Langit India Kacau usai Maskapai Penerbangan Terbesarnya Lumpuh

2026-01-12 11:30:41
Langit India Kacau usai Maskapai Penerbangan Terbesarnya Lumpuh
- IndiGo, maskapai penerbangan terbesar India dengan pangsa pasar lebih dari 60 persen, tengah menghadapi krisis operasional terbesar sepanjang sejarahnya.Sejak awal Desember 2025, ribuan penerbangan dibatalkan, ratusan ribu penumpang terlantar, dan seluruh industri penerbangan India terguncang akibat kegagalan IndiGo beradaptasi dengan aturan baru jam kerja dan istirahat pilot.Kisah memilukan turut muncul dari tengah kekacauan ini. Manjuri, seorang perempuan di India timur laut, terpaksa membawa peti jenazah suaminya dari satu kota ke kota lain demi mengejar penerbangan ke Kolkata untuk upacara terakhir.Baca juga: Air India Diselidiki Usai Operasikan Pesawat Tanpa Sertifikat KeselamatanNamun, penantiannya berujung hampa ketika penerbangan IndiGo mengalami penundaan berjam-jam sebelum akhirnya dibatalkan. Ia hanyalah satu dari ratusan ribu penumpang yang perjalanan pentingnya berantakan.Kekacauan dimulai pada 2 Desember 2025 ketika penundaan penerbangan perlahan berubah menjadi gelombang pembatalan massal.Pada 5 Desember saja, lebih dari 1.600 penerbangan batal dalam satu hari, salah satu gangguan penerbangan domestik terbesar di India dalam hitungan tahun.Media India melaporkan total pembatalan mencapai 2.000 hingga 4.000 penerbangan sejak awal krisis.Di bandara-bandara besar seperti Delhi, Mumbai, Bengaluru, dan Hyderabad, ratusan penerbangan lenyap dari jadwal, meninggalkan ribuan penumpang tidur di lantai terminal, antre refund, atau berebut tiket alternatif.Masalah utama berasal dari aturan baru Flight Duty Time Limitations (FDTL), yang diperkenalkan pemerintah India pada 2023 dan diberlakukan bertahap hingga 1 November 2025.Baca juga: Penelitian Ungkap Uranium Terdeteksi dalam ASI Perempuan di IndiaAturan ini dibuat untuk mengatasi kelelahan pilot, isu krusial yang telah lama disuarakan serikat pilot dan regulator.Beberapa ketentuan kunci FDTL:Maskapai lain seperti Air India dan Akasa Air telah beradaptasi. Namun IndiGo, dengan 2.200 penerbangan harian dan lebih dari 100 juta penumpang tahunan, gagal menyesuaikan diri.Federation of Indian Pilots menuduh IndiGo melakukan:Baca juga: Kursi Roda Disalahgunakan di Bandara India, Penumpang Disabilitas RugiAkibatnya, ketika aturan berlaku penuh, IndiGo tak memiliki cukup pilot yang memenuhi syarat istirahat. Hampir separuh armadanya harus berhenti beroperasi.Para pakar menyebut kegagalan ini sebagai “salah kelola monumental” untuk maskapai sebesar IndiGo.


(prf/ega)