Boneka Labubu Jadi Tren Baru di Kabul, Gairahkan Budaya Pop di Afghanistan

2026-01-12 07:02:55
Boneka Labubu Jadi Tren Baru di Kabul, Gairahkan Budaya Pop di Afghanistan
- Di tengah hiruk pikuk pasar tradisional Kabul yang penuh pedagang, aroma rempah, dan keramaian pembeli, ada pemandangan baru yang mencuri perhatian.Deretan boneka Labubu dengan warna mencolok, senyuman nakal, serta telinga runcing menyerupai peri, kini menghiasi etalase toko-toko lokal.Fenomena mainan Labubu di Afghanistan ini bukan hanya sekadar tren populer, tetapi juga mencerminkan perubahan ekonomi, budaya, dan pola konsumsi masyarakat Afghanistan.Labubu, mainan koleksi asal China yang sebelumnya viral di berbagai negara, kini menjadi mainan paling diburu di Afghanistan. Dalam enam bulan terakhir, permintaan Labubu melonjak drastis hingga membuat pedagang kewalahan memenuhi permintaan.Mostafa Seerat, salah satu pengelola toko di pasar Kabul, mengungkapkan bahwa Labubu berubah dari sekadar produk unik menjadi barang yang dicari banyak orang.“Penjualannya luar biasa. Saat ini kami menjual sekitar 400 unit dalam sehari,” ujar Seerat.“Produk ini menjadi salah satu barang terlaris kami.”Lonjakan minat terhadap boneka koleksi Labubu ini menunjukkan pergeseran besar dalam selera konsumen Afghanistan yang mulai terbuka pada produk global.Baca juga: Film Labubu Siap Diproduksi Sony PicturesPopularitas Labubu di Afghanistan tak lepas dari peran para pedagang yang selama bertahun-tahun berhubungan dengan pasar China.Tamim Behzad, seorang pengusaha berpengalaman yang telah lebih dari 20 tahun berkiprah di Yiwu, pusat perdagangan komoditas kecil di China timur yang menjadi salah satu orang pertama yang melihat peluang besar dari mainan ini.“Ketika kami menyadari kecepatan penjualan dan permintaan pasar yang kuat terhadap Labubu, kami memutuskan untuk mengambil risiko dan membawa Labubu ke Afghanistan, tanpa adanya kepastian apakah produk itu akan laku atau tidak,” tutur Behzad.Keputusan itu terbukti tepat. Kini, penjualan Labubu di Kabul turut menggambarkan perubahan lanskap ritel dan ekonomi kecil yang mulai bergerak dinamis.Bagi sebagian pedagang, Labubu tidak sekadar barang dagangan. Mainan viral ini mencerminkan perubahan budaya yang lebih luas di tengah masyarakat Afghanistan.Shafiqullah, penjual Labubu lainnya, menilai bahwa meningkatnya popularitas mainan tersebut merupakan bagian dari proses modernisasi masyarakat.Ia menegaskan bahwa konsumen Afghanistan kini tidak lagi takut terhadap merek-merek global dan produk modern.


(prf/ega)