Rupiah Pagi Masih Lesu, Pasar Tunggu data BI dan The Fed

2026-01-12 06:12:52
Rupiah Pagi Masih Lesu, Pasar Tunggu data BI dan The Fed
JAKARTA, - Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) berada di teritori negatif pada perdagangan di pasar spot Rabu pagi.Berdasarkan data Bloomberg, mata uang garuda pukul 09.49 WIB berada di posisi Rp 16.689 per dollar AS, melemah 0,08 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.Pelemahan rupiah terjadi saat indeks dollar AS naik 0,02 persen menjadi 99,24.Tak hanya rupiah, sejumlah mata uang Asia juga berada di zona merah.Baca juga: Pasar Keuangan RI Berdebar Menunggu The Fed, Apa Dampaknya Jika IHSG Menguat dan Rupiah Stagnan?Ringgit Malaysia turun 0,16 persen, baht Thailand melemah 0,02 persen, won Korea Selatan terkoreksi 0,02 persen, dan dollar Taiwan melemah 0,03 persen.Sebaliknya, beberapa mata uang regional justru mencatat penguatan.Yen Jepang menguat 0,11 persen, dollar Singapura naik 0,03 persen, peso Filipina menguat 0,22 persen, dan yuan China naik 0,01 persen.Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan indeks dollar AS masih bergerak fluktuatif dan cenderung tertekan, tetapi rupiah tetap sulit menguat dan bertahan di kisaran Rp 16.600-Rp 16.700 per dollar AS.Prospek pemangkasan suku bunga oleh Bank Indonesia (BI), serta kondisi ekonomi domestik yang masih lemah, terus memberikan tekanan tambahan terhadap nilai tukar.Di sisi lain, BI terus melakukan intervensi untuk menjaga stabilitas rupiah agar tidak menembus batas atas di rentang Rp 16.700-Rp 17.000. “BI terus mengintervensi agar tidak melewati Rp 16.700-Rp 17.000,” ujar Lukman kepada Kompas.com.Sementara itu, pasar menantikan hasil pertemuan Federal Reserve (The Fed). Bank sentral AS diperkirakan memangkas suku bunga, tetapi kemungkinan tetap menyampaikan sinyal bernuansa hawkish dalam pernyataan FOMC. “The Fed diperkirakan akan memangkas suku bunga namun memberikan sinyal hawkish pada FOMC,” paparnya.Kondisi itu membuat investor cenderung bersikap wait and see sebelum mendapatkan kejelasan arah kebijakan The Fed.Menjelang FOMC, rupiah diperkirakan bergerak konsolidatif dalam rentang Rp 16.600-Rp 16.700 dan berpotensi kembali tertekan setelah keputusan diumumkan, tergantung pada isi dan tone kebijakan The Fed.Baca juga: Rupiah Dinilai Punya Ruang Menguat pada Awal Pekan


(prf/ega)