BANDA ACEH, - Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengungkapkan tim pendeteksi mayat asal China sampai saat ini masih kesulitan mencari mayat korban bencana di Aceh lantaran terhalang banyaknya tumpukan kayu. Namun tim tersebut terus bekerja dengan maksimal meski mereka dalam kondisi kewalahan."Tidak maksimal karena medan masih digenangi oleh kayu-kayu. Mereka kewalahan untuk mendapatkan mayat," kata Mualem saat diwawancarai awak media, Rabu malam di Pendopo Gubernur Aceh.Baca juga: Gubernur Aceh Terima Bantuan Obat dan Makanan dari Malaysia untuk Korban BanjirNamun demikian, berdasarkan laporan yang ia terima beberapa hari lalu, mereka sudah menemukan beberapa mayat korban mayat di Aceh Utara."Besok (hari ini) mungkin mereka akan pindah ke Aceh Timur atau Aceh Tamiang, untuk mendeteksi keberadaan mayat," ujarnya.Sebelumnya, Mualem mendatangkan tim pendeteksi mayat yang berasal dari China.Mereka bekerja untuk mengevakuasi jenazah tertimbun lumpur.Baca juga: Bawa Kehangatan bagi Penyintas Banjir Aceh, Dompet Dhuafa dan Parfi 56 Turun ke Dapur UmumMenurut Mualem, tim pendeteksi mayat tersebut bukan atas nama pemerintahan negara setempat, tetapi mereka seperti Lemanga Swadaya Masyarakat (LSM)."Ya, mereka sedang evakuasi sekarang di tempat-tempat yang berat terkena banjir. Sedang mengevakuasi mayat-mayat tertanam dengan lumpur. Itu pekerjaan mereka, tugas mereka datang ke mari. Mereka bukan dari pemerintah China, tetapi seperti LSM," ujarnya.
(prf/ega)
Terhalang Tumpukan Kayu, Tim Pendeteksi Mayat dari China Kesulitan Cari Korban Banjir Aceh
2026-01-11 23:46:55
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:30
| 2026-01-11 23:23
| 2026-01-11 22:17
| 2026-01-11 21:41
| 2026-01-11 21:28










































