Lonjakan Sampah Akhir Tahun, KLH Dorong Pengelolaan Ramah Lingkungan

2026-01-16 02:23:55
Lonjakan Sampah Akhir Tahun, KLH Dorong Pengelolaan Ramah Lingkungan
Jakarta - Menteri Lingkungan Hidup (KLH) /Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa sampah masalah yang perlu ditangani, terutama menjelang libur Natal dan Tahun Baru."Kita harus merefleksi diri kita masing-masing bahwa sampah itu bukan berkah, tetapi masalah. Karena itu, semua pihak harus berpartisipasi aktif untuk mengurangi sampah, melakukan pemilahan, dan mengelolanya dengan cara-cara yang ramah terhadap lingkungan," ujar Hanif, melansir Antara, Sabtu . Lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) diprakirakan akan menambah timbulan sampah secara signifikan, sehingga penanganan yang tepat menjadi sangat penting untuk mencegah dampak negatif terhadap lingkungan.AdvertisementPernyataan ini menjadi pengingat bagi pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat agar tidak menyepelekan masalah sampah, melainkan mengambil langkah nyata untuk mengelolanya dengan baik. Langkah-langkah yang dimaksud meliputi pengurangan sampah dari sumber, pemilahan, hingga pemanfaatan teknologi pengolahan limbah yang ramah lingkungan, agar timbulan sampah tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan dan kesehatan masyarakat.Berdasarkan survei Natal 2025 yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi (Baketrans), diperkirakan sekitar 119,5 juta orang akan melakukan perjalanan selama periode Natal dan Tahun Baru. Jumlah ini setara dengan 42,01 persen dari total populasi Indonesia. "Angka tersebut menunjukkan adanya peningkatan sebesar 2,71 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya," papar Hanif.Lonjakan mobilitas masyarakat tersebut diprediksi akan menambah timbulan sampah hingga 59.000 ton hanya dalam waktu sekitar dua minggu."Kondisi ini memperlihatkan kecenderungan mobilitas warga yang terus meningkat setiap tahun pada musim liburan, sehingga pengelolaan sampah yang efektif menjadi semakin penting," terang Hanif.Hal itu disampaikan usai melakukan inspeksi mendadak ke berbagai lokasi pengelolaan sampah, mulai dari hulu hingga hilir, termasuk TPA Tanjungrejo di Kudus serta Stasiun Tegal dan Cirebon, di tengah momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Irwan mengaku bersyukur atas penghargaan yang telah diraih. Ia menekankan bahwa fokus utama perusahaan dimulai dari internal, yaitu kebahagiaan dan kesehatan karyawan, sebelum meluas ke masyarakat.“Ketika saya ditanya dewan juri, saya sampaikan bahwa fokus utama kami adalah membahagiakan dan menjaga kesehatan karyawan terlebih dahulu. Kalau karyawan yang dekat dengan kami saja tidak sehat dan bahagia, bagaimana kami bisa mengurus masyarakat yang lebih luas.” ujar Irwan kepada Kompas.com, Rabu.Irwan menambahkan, penghargaan yang diraih pihaknya  merupakan kerja kolektif seluruh karyawan dan tim.“Persyaratannya sangat banyak, ada 17 goals dan 169 target. Mustahil dicapai tanpa komitmen bersama,” kata Irwan.Pihaknya pun senantiasa mendorong seluruh elemen perusahaan berpartisipasi dalam berbagai upaya pencapaian SDGs, terutama terkait kesejahteraan sosial dan pengentasan kemiskinan.Baca juga: Anggota Komisi IX DPR Kagumi Standar Produksi Sido MunculSido Muncul juga menegaskan komitmennya untuk membantu program nasional, melalui program penanganan stunting dan tidak mengambil bagian dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).“Kami memilih memberikan bantuan berupa dana agar ibu-ibu bisa membeli kebutuhan gizi yang sesuai. Tahun depan kontribusi kami akan ditingkatkan,” katanya./Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat memegang piala penghargaan Terbaik I kategori Badan Usaha Besar Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 berkat keberhasilan program Smartani. Program Smartani yang mengantarkan Sido Muncul meraih juara pertama merupakan inisiatif pemberdayaan masyarakat yang mencakup sektor hulu hingga hilir. Program ini telah diinisiasi sejak 2021 dan menyasar kelompok tani di wilayah Semarang.Saat ini, sedikitnya 3.000 petani dan peternak telah mendapat pendampingan dari Sido Muncul.“Di tingkat hilir, kami membina karyawan untuk menjadi distributor. Sekarang ada sekitar 60 hingga 70 distributor yang dulunya karyawan kami dan kini sudah mandiri,” ungkap Irwan.Baca juga: Hadirkan Terang, Sido Muncul Gelar Operasi Katarak GratisManajer Lingkungan Sido Muncul, Amri Cahyono, menegaskan bahwa komitmen perusahaan terhadap SDGs diwujudkan melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.Ia menyampaikan bahwa perusahaan secara konsisten memperkuat kontribusi terhadap 17 tujuan SDGs.“Program Smartani kami gagas untuk mewujudkan visi perusahaan, yaitu memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Hingga saat ini, Sido Muncul telah memenuhi seluruh 17 tujuan SDGs,” ujarnya.Amri menjelaskan bahwa Smartani di Desa Bergas Kidul, Kecamatan Bergas, Semarang, dikembangkan dengan pendekatan nature-based solution. Implementasinya dimulai dengan social mapping untuk memetakan potensi lokal.“Di desa ini ada kelompok petani alpukat, peternak sapi perah, hingga usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) ‘Mbok Jajan’ yang sebelumnya terdampak Covid-19. Kami memberikan pelatihan agar mereka dapat kembali produktif, dan kini produk mereka sudah memasok ke Sido Muncul,” terang Amri.Baca juga: Konsisten Bantu Tangani Katarak, Sido Muncul Kembali Raih Perdami Award/Yakob Arfin T Sasongko Direktur Sido Muncul, Dr (HC) Irwan Hidayat bersama tim dalam ajang Indonesia?s SDGs Action Awards 2025 di Jakarta, Rabu .

| 2026-01-16 02:22