MAKASSAR, – Bilqis Ramdhani, balita berusia 4 tahun asal Makassar telah menceritakan pengalamannya saat berada di Suku Anak Dalam (SAD) Jambi.Orang tuanya menyebut bahwa Bilqis mengalami perubahan perilaku.Perjalanan hidup Bilqis menjadi sorotan setelah kisah penculikannya mencuat dan berujung penyelamatan Jambi.Ia diculik oleh sindikat Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang kini menyeret empat orang tersangka. Balita itu diperdagangkan.Awalnya Bilqis hilang di Taman Pakui Sayang, Makassar pada Minggu .Sekitar sepekan menghilang, Bilqis akhirnya ditemukan oleh tim gabungan di kawasan Tabir Selatan, Merangin, Jambi, pada Sabtu malam.Baca juga: Bilqis Ramdhani Sempat Mengira Tetua SAD Adalah Ayahnya, Berontak Saat Dijemput PolisiKini, balita itu perlahan mulai menceritakan pengalamannya selama berada di lokasi penculikan.Ayahnya, Dwi Nurmas (34), mengatakan, Bilqis mulai membuka diri dan bercerita tentang kehidupan di lingkungan SAD) -tempat dirinya ditemukan oleh tim gabungan kepolisian setelah dinyatakan hilang selama hampir sepekan-.Ia bersyukur, kondisi putrinya kini sudah jauh lebih baik. Namun, ia juga melihat adanya perubahan perilaku Bilqis setelah peristiwa penculikan itu.“Alhamdulillah kondisinya sekarang baik masih seperti biasa, cuma agak-agak kasar, kalau ada dia minta sesuatu lebih agresif berbeda dengan kemarin-kemarin,” kata Dwi saat ditemui di rumahnya di kawasan Kecamatan Rappocini, Kota Makassar, Selasa malam.Sebelum kejadian, menurut Dwi, Bilqis memang dikenal hiperaktif dan mudah akrab dengan orang lain. Namun kini, sikapnya tampak sedikit berbeda.“Perubahannya hanya itu lebih agresif. Seperti kalau ada yang dia inginkan lebih agresif daripada sebelumnya. Misalnya itu kalau minta mainan,” ujarnya.Baca juga: Sri Yuliana Pelaku Utama Penculikan Bilqis di Makassar, Diduga Jual Anak Kandung SendiriDwi mengungkapkan, bahwa Bilqis menceritakan kondisinya saat berada di lingkungan SAD. Di sana, kata Dwi, putrinya melihat anjing, anak-anak seumurannya, dan makan mie.“Dia sebut ada anjing, ada bayi-bayi seumurannya. Saya tanya, tidur di mana nak?, dia bilang sama bapak-bapak. Dia pikirnya bapak-bapak itu saya begitu. Makan apa di sana?, dia bilang makan mie,” beber Dwi.Kunjungan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Makassar ke rumah Bilqis dilakukan sebagai bagian dari pendampingan psikologis dan trauma healing.
(prf/ega)
Keluarga Ceritakan Perubahan Perilaku Bilqis Usai Diculik hingga ke Suku Anak Dalam Jambi
2026-01-12 04:29:16
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:14
| 2026-01-12 04:12
| 2026-01-12 03:48
| 2026-01-12 03:18










































