Prabowo Sebut Pemerintah Kuat Tangani Bencana: Pesawat Antar BBM, Puluhan Heli Dikerahkan

2026-02-05 07:32:57
Prabowo Sebut Pemerintah Kuat Tangani Bencana: Pesawat Antar BBM, Puluhan Heli Dikerahkan
JAKARTA, - Presiden RI Prabowo menegaskan bahwa pemerintah Republik Indonesia kuat, termasuk dalam menangani bencana yang terjadi di Sumatera.Kepala negara menyebutkan bahwa ada puluhan helikopter yang dikerahkan untuk membantu penanganan bencana di tiga provinsi Sumatera."TNI kuat, Polri kuat, BNPB kuat, Basarnas kuat. Mampu kita kerahkan puluhan helikopter dalam waktu singkat, belasan pesawat terbang," kata Prabowo dalam sidang kabinet paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin .Selain itu, ada bantuan bahan bakar minyak yang juga dikirimkan dengan menggunakan pesawat Hercules.Baca juga: Prabowo: Ada yang Teriak Bencana Nasional, Situasi Sumatera TerkendaliPrabowo menyebutkan bahwa hal ini hanya bisa dilakukan oleh negara yang kuat."Ada tempat-tempat yang tiap hari BBM diantar dengan pesawat terbang, dengan Hercules. Ini hanya bisa oleh negara yang kuat," tutur dia.Menurut dia, daerah-daerah yang terisolasi juga terus diupayakan untuk dijangkau dengan menggunakan helikopter."Saya baru dari situ, saya dari Takengon, saya dari Bener Meriah, saya lihat kondisinya tidak gampang, ya kan. Ketinggian 1.800, ketinggian 2.000, kabut itu. Jadi, penerbang-penerbang kita terbang tiap hari. Ini adalah suatu hal yang perlu kita banggakan," ujar Prabowo.Baca juga: Soal Bantuan Asing untuk Sumatera, Prabowo: Indonesia Mampu Atasi IniHal ini ditegaskannya sekaligus merespons adanya pihak yang menyebut pemerintah tidak hadir untuk menangani bencana di Sumatera.Prabowo berpandangan bahwa opini kebohongan itu dikeluarkan oleh pihak yang khawatir Indonesia kuat."Di tengah musibah, mereka yang ditonjolkan adalah kebohongan, ketidakbenaran. Dikatakan pemerintah tidak hadir. Puluhan ribu dalam saat-saat yang pertama sudah dikerahkan ke situ. Kita lihat buktinya. Saya lihat sekarang ini mungkin ada pihak yang khawatir karena rakyat baru-baru sekarang melihat pemerintah Indonesia ini ternyata kuat," beber dia.Baca juga: Prabowo Akan Bentuk Satgas Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana SumateraSebagai Presiden RI, ia mengaku bangga dengan aparat yang selalu siaga di setiap daerah dan turun langsung membantu rakyat."Ya, jadi semua mengerahkan tanpa terlalu banyak minta perintah dari saya, berinisiatif. Saya terima kasih kepada para pimpinan Panglima TNI, Kapolri, para Kepala Staf, semua yang hadir dan mengambil tindakan atas inisiatif sendiri," ucap Prabowo.


(prf/ega)

Berita Lainnya

Berita Terpopuler

#4

Sekretariat Satgas PASTI, Hudiyanto, mengatakan sejak IASC beroperasi pada 22 November 2024 hingga 11 November 2025, lembaga itu telah menerima 343.402 laporan penipuan. Laporan tersebut menunjuk 563.558 rekening yang terkait aktivitas penipuan, di mana 106.222 rekening telah diblokir.Dari keseluruhan laporan, total kerugian yang dilaporkan korban mencapai Rp 7,8 triliun, sementara upaya pemblokiran dana berhasil menahan Rp 386,5 miliar.“Sejak awal beroperasi di tanggal 22 November 2024 sampai dengan 11 November 2025, IASC telah menerima 343.402 laporan penipuan. Total rekening terkait penipuan yang dilaporkan ke IASC sebanyak 563.558 rekening dengan 106.222 rekening telah dilakukan pemblokiran,” ujar Hudiyanto lewat keterangan pers, Sabtu .Baca juga: Penipuan AI Deepfake Kian Marak, Keamanan Identitas Digital Diuji“Adapun total kerugian dana yang dilaporkan oleh korban penipuan sebesar Rp 7,8 triliun dengan dana yang telah berhasil diblokir sebesar Rp 386,5 miliar,” paparnya. Menurut Hudiyanto, angka-angka itu memperlihatkan sejauh mana pelaku memanfaatkan platform digital untuk menjerat korban, mulai dari pinjaman online alias pinjol ilegal hingga tawaran investasi palsu, sehinggga penindakan masif diperlukan untuk melindungi konsumen.Sebagai bagian dari penindakan, Satgas PASTI kembali memblokir 776 aktivitas dan entitas keuangan ilegal, yang terdiri atas 611 entitas pinjaman online ilegal, 96 penawaran pinjaman pribadi (pinpri), dan 69 tawaran investasi ilegal.

| 2026-02-05 05:50