Tujuh Daerah yang Dekat dengan Pesisir di Kalteng Ini Terancam Banjir Rob, Mana Saja?

2026-01-11 03:22:52
Tujuh Daerah yang Dekat dengan Pesisir di Kalteng Ini Terancam Banjir Rob, Mana Saja?
PALANGKA RAYA, -Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini banjir rob untuk wilayah pesisir Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Total terdapat tujuh kabupaten yang diminta meningkatkan kewaspadaan.Prakirawan Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut BMKG, Renianata, menjelaskan, kondisi air laut diprediksi mengalami peningkatan di sepanjang pesisir Pulau Kalimantan. Hal tersebut memicu potensi banjir rob di pesisir Kalteng.“Selain itu, sebaran hujan di wilayah pesisir Selatan Kalimantan Tengah diprediksi terjadi sampai dengan tanggal 10 Desember 2025, curah hujan di wilayah pesisir mengalami peningkatan,” beber Renianata saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin .Baca juga: Berlatih di Tempat Tak Masuk Akal, Rahasia Kelincahan Pembalap Dunia Moto3 Veda EgaRenianata menyebut tujuh daerah pesisir yang perlu mewaspadai potensi banjir rob, yakni:Kabupaten Kotawaringin Barat“Untuk masyarakat yang berada di sekitar wilayah tersebut diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak bencana yang ditimbulkan seperti angin kencang, menambah tinggi gelombang laut, genangan air, banjir, dan pohon tumbang,” jelasnya.Kepala Bidang Kesiapsiagaan BPBPK Kalteng Indra Wiratama mengatakan bahwa wilayah paling berpotensi terdampak adalah daerah yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa.“Dalam hal ini sebagian wilayah di Kabupaten Pulang Pisau, Katingan, Kotawaringin Barat, Sukamara, sedikit wilayah Seruyan, Kotawaringin Timur, dan Kapuas,” beber Indra.Indra menjelaskan bahwa BPBD di tiap kabupaten/kota telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai ancaman banjir rob tersebut.“Masyarakat di setiap daerah juga diharapkan selalu berkoordinasi dengan aparat setempat supaya dapat dilakukan penanganan secara berjenjang,” tuturnya.BPBD juga menyiapkan langkah evakuasi bila diperlukan dan akan membangun tenda pengungsian bagi masyarakat terdampak.“Selain itu juga memberikan pemenuhan kebutuhan dasar kepada masyarakat terdampak,” pungkasnya.Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Alpius Patanan, menambahkan bahwa pihaknya terus meningkatkan kewaspadaan lapangan melalui koordinasi intensif dengan BPBD di seluruh wilayah Kalteng.Sejak Oktober 2025, BPBPK Kalteng rutin menggelar rapat mingguan bersama BPBD kabupaten/kota, camat, dan kepala desa untuk mempercepat penyebaran data kebencanaan, khususnya terkait ancaman banjir.“Tujuannya supaya informasi peringatan dini yang disampaikan oleh BMKG bisa secepatnya diterima aparat pemerintah di tingkat yang lebih dekat dengan masyarakat, supaya cepat disebarkan,” tuturnya.


(prf/ega)