Link Live Streaming Drawing 16 Besar ACL 2, Siapa Lawan Persib?

2026-02-02 07:58:58
Link Live Streaming Drawing 16 Besar ACL 2, Siapa Lawan Persib?
- Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) akan menggelar drawing (undian) babak 16 besar ACL 2 2025-2026.Drawing 16 besar ACL 2 2025-2026 dijadwalkan akan digelar pada Selasa mulai pukul 13.45 WIB di AFC House, Malaysia.Hasil positif yang diraih Persib Bandung pada babak penyihan Grup G ACL 2 2025-2026 membuat mereka menjadi wakil tunggal Indonesia di babak 16 besar dari Grup G.Kemenangan 1-0 melawan Bangkok United pada laga terakhir Grup G di Stadion Bandung Lautan Api (GBLA), Bandung, pada Rabu lalu  memastikan Maung Bandung masih terus bersaing memperebutkan gelar juara kasta kedua kompetisi antarklub Asia itu.Baca juga: Drawing 16 Besar ACL 2: Persib Dikepung Raksasa Korsel dan Duo ASEANGol semata wayang Persib Bandung dicetak melalui sundulan Ramon Tanque pada menit ke-45+1 memanfaatkan umpan lambung dari Berguinho.Hasil tersebut memastikan Maung Bandung finis sebagai juara grup dengan koleksi 13 poin, dibuntuti Bangkok United di posisi kedua dengan 10 poin.Persib sudah ditunggu lawan tangguh di babak 16 besar yang berisi delapan tim terbaik dari empat grup di wilayah Timur.Berkaca dari kontestan lainnya dari zona Timur di babak 16 besar, Persib berpeluang menghadapi Pohang Steelers (Korea Selatan), serta duo ASEAN, Cong An Ha Noi (Vietnam) dan Ratchaburi (Thailand).Baca juga: Resolusi Bojan Hodak untuk Persib dan Bobotoh untuk Tahun Baru 2026, Incar Hattrick JuaraBabak drawing babak 16 besar wilayah Barat dan Timur akan berlangsung pada 30 Desember 2025 dengan pembagian Pot Juara Grup dan Runner-up Grup.Tim yang berada di Pot Juara Grup akan bertemu tim yang berada di Pot Runner-up Grup dari grup yang berbeda.Seperti pada edisi sebelumnya, babak 16 besar ACL 2 2025-2026 akan memakai format kandang-tandang dan masing-masing tim akan memainkan dua leg.Baca juga: Rekor Apik Persib di GBLA Musim Ini: Sempurna di Super League, Gagah di ACL 2Nantinya, pemenang ditentukan melalui jumlah agregat gol yang dicetak dalam dua pertandingan yang dilakoni.Untuk babak 16 besar ACL 2 2025-2026 akan dimulai pada 11-12 Februari 2026, dan leg kedua pada 18-19 Februari 2026.Baca juga: Persib Lolos 16 Besar ACL 2, Klub Indonesia Ulangi Capaian 10 Tahun LaluWilayah Barat:Wilayah Timur:Baca juga: Thom Haye Tak Ingin Larut dalam Euforia Persib ke Babak16 Besar ACL 2Drawing 16 besar ACL 2 2025-2026 AFC House, Bukit Jalil, Kuala Lumpur, Malaysia pada Selasa mulai pukul 13.00 WIBPenentuan calon lawan Persib Bandung pada babak drawing ACL 2 2025-2026 akan disiarkan secara langsung di televisi nasional RCTI. Namun bagi penggemar sepak bola yang tidak ingin ketinggalan, juga dapat menyaksikan drawing 16 besar ACL 2 2025-2026 melalui link live streaming berikut ini:   >>>LINK LIVE STREAMING<<<


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

di sela acara peluncuran AI Innovation Hub di Institut Teknologi Bandung, Bandung, Jawa Barat, Selasa .Baca juga: Telkomsel Resmikan AI Innovation Hub di ITB, Perkuat Pengembangan AI NasionalDalam menyikapi AI Bubble, salah satu langkah konkret yang dilakukan Telkomsel adalah tidak gegabah melakukan investasi besar pada infrastruktur AI, seperti pembelian perangkat komputasi mahal, tanpa perhitungan pengembalian yang jelas.Menurut Nugroho, perkembangan teknologi AI sangat cepat, sehingga investasi perangkat keras yang dilakukan terlalu dini berisiko menjadi tidak relevan dalam waktu singkat.“Kalau kami investasi terlalu besar di awal, tapi teknologinya cepat berubah, maka pengembalian investasi (return on investment/ROI) akan sulit tercapai,” ungkap Nugie.Sebagai gantinya, Telkomsel memilih pendekatan yang lebih terukur, antara lain melalui kolaborasi dengan mitra, pemanfaatan komputasi awan (cloud), serta implementasi AI berbasis kebutuhan nyata (use case driven).Baca juga: Paket Siaga Peduli Telkomsel, Internet Gratis untuk Korban Bencana di SumateraWalaupun ancaman risiko AI Bubble nyata, Telkomsel menegaskan bahwa AI bukan teknologi yang bisa dihindari. Tantangannya bukan memilih antara AI atau tidak, melainkan mengadopsi AI secara matang dan berkelanjutan.“Bukan berarti karena ada potensi bubble lalu AI tidak dibutuhkan. AI tetap penting, tapi harus diadopsi dengan perhitungan yang matang,” tutur Nugroho.Selain mengungkap sikap perusahaan soal AI Bubble, Nugroho juga menggambarkan fenomena adopsi alias tren AI di Indonesia.Nugroho menilai adopsi AI di sini relatif lebih terukur dibandingkan fase teknologi baru sebelumnya.Pengalaman pahit pada era startup bubble, menurut dia, membuat pelaku industri kini lebih berhati-hati dalam berinvestasi, terutama dengan maraknya AI.

| 2026-02-02 07:38