Tidur Beralas Tikar di Tanggul, Korban Banjir Langkat Sumut Menanti Pulang ke Rumah

2026-01-12 03:54:04
Tidur Beralas Tikar di Tanggul, Korban Banjir Langkat Sumut Menanti Pulang ke Rumah
MEDAN, - Sejumlah warga di Desa Pekubuan, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, masih mengungsi di atas tanggul karena terdampak banjir.Tampak ratusan warga membangun tenda menggunakan terpal dan kayu seadanya.Mereka tidur di atas tikar. Pakaian, sembako, serta alat untuk masak bertumpuk di lokasi.Rusli, warga setempat, mengaku sudah 13 hari mengungsi di tempat tersebut.Mereka bertahan hidup dengan stok makanan dan minum dari bantuan-bantuan orang dermawan, TNI, serta Dinas Sosial.Baca juga: Kerusakan akibat Banjir di Langkat Cukup Parah, Bupati Harap Bantuan Pusat"Tinggal masalah kepala desanya tak mau tahu dengan kondisi di sini," kata Rusli saat diwawancarai di lokasi pada Selasa .Dia mengungkapkan, ada sekitar 194 kepala keluarga dari Dusun VI dan VII yang mengungsi di atas tanggul."Syukurnya bantuan masih adalah datang. Cuma ini kami banyak yang kena penyakit, gatal-gatal, batuk, dan diare," ucapnya.Ia menuturkan, beberapa pengungsi sudah ada yang memutuskan untuk pulang ke rumahnya karena banjir sudah surut."Kalau rumah kami masih tergenang, sepinggang (sekitar 80 cm)," ucap Rusli.Baca juga: Banjir di Tanjung Pura Langkat Berangsur Surut, Warga Mulai Pulang dari Pengungsian Siti Mariam, pengungsi lainnya, menyampaikan hal serupa.Selama 13 hari ini, dia bertahan hidup dari bantuan yang cukup."Nah, ini kan beberapa titik sudah surut, tetapi kalau rumah kami belum. Keluhannya ini mulai banyak nyamuk," sebut Siti."Kalau kami orangtua okelah Pak, tetapi anak-anak ini kasihan nengoknya. Untung saja hari ini listrik sudah hidup," sambungnya.Nurmaita menambahkan, selama mengungsi, mereka sulit mendapatkan air bersih.Bahkan, toilet darurat tak ada sehingga mereka menumpang ke rumah-rumah warga yang sudah tak kena banjir."Kalau masalah sakit, ya selama 13 hari ini ada dua kali petugas dari puskesmas yang datang. Itu dikasih stok obat-obatan," ucap Nurmaita.Dia pun berharap agar pemerintah segera memperbaiki tanggul agar luapan air sungai tak lagi menggenangi rumah warga."Terus itu di rumah kami airnya sudah berwarna hitam. Bau kali dan banyak lintah. Kami harap pemerintah untuk menyedot air di sana biar bisa kami tempati," sebut Nurmaita.


(prf/ega)