Prabowo Bakal Borong 100 Jembatan Bailey, Apa Kelebihan dan Risikonya?

2026-01-17 02:54:50
Prabowo Bakal Borong 100 Jembatan Bailey, Apa Kelebihan dan Risikonya?
JAKARTA, - Presiden Prabowo Subianto, melalui Kementerian Pertahanan, berencana membeli 100 unit Jembatan Bailey, dari luar negeriKepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Maruli Simanjuntak mengungkapkan hal itu, dalam konferensi pers penanganan bencana di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin "Dan juga dari Presiden langsung melalui Kemenhan akan dicari 100 Bailey dari luar, untuk mendukung di bencana ini," kata Maruli.Baca juga: Jembatan Bailey Dipasang di Melalak, Konektivitas Sicincin-Bukittinggi Pulih Januari 2026Jembatan itu nantinya akan dipasang di seluruh daerah Indonesia yang membutuhkan, termasuk di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) pascabanjir bandang dan tanah longsor.Langkah ini dipandang sebagai strategi taktis untuk mempercepat penanganan bencana alam di daerah terisolasi.Namun, di balik urgensi tersebut, muncul pertanyaan analitis: Mengapa Jembatan Bailey? Dan apakah investasi besar ini efektif secara jangka panjang?Jembatan Bailey adalah jenis jembatan rangka baja ringan portabel yang dapat dirakit tanpa bantuan alat berat besar.Ditemukan oleh Donald Bailey selama Perang Dunia II, struktur ini menjadi legendaris karena sistem knock-down (bongkar pasang) yang sangat efisien.Baca juga: Akhirnya, Jembatan Bailey di Bireuen Tuntas DibangunDilihat dari kacamata militer dan manajemen bencana, Jembatan Bailey memiliki keunggulan kompetitif yang sulit ditandingi oleh jembatan permanen:1. Kecepatan Instalasi yang Luar BiasaDalam kondisi darurat, seperti jembatan utama yang putus akibat banjir atau serangan musuh, kecepatan adalah kunci.Jembatan Bailey dapat dirakit dalam hitungan jam oleh personel terlatih hanya dengan menggunakan perkakas tangan dan tenaga manusia.2. Mobilitas Tinggi Struktur ini terdiri dari panel-panel standar ringan sehingga mudah diangkut menggunakan truk biasa atau helikopter ke wilayah pegunungan yang sulit dijangkau.Inilah yang sejalan dengan visi Prabowo untuk memperkuat logistik di wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T).


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-17 01:48