Polresta Bogor Imbau Perayaan Tahun Baru Tanpa Kembang Api-Konvoi Kendaraan

2026-02-05 03:28:32
Polresta Bogor Imbau Perayaan Tahun Baru Tanpa Kembang Api-Konvoi Kendaraan
Polresta Bogor Kota mengimbau masyarakat untuk merayakan tahun baru dengan hal sederhana dan positif. Masyarakat diingatkan untuk simpati dengan kondisi saudara sebangsa yang sedang berduka karena terdampak bencana."Tidak menggunakan kembang api pada malam pergantian Tahun Baru 2026, Polri tidak mengeluarkan izin sesuai arahan Pemerintah dikarenakan situasi saat ini semuanya sedang menghadapi situasi yang kita merasakan suasana kebatinan yang sama, dan kita sama-sama mendoakan saudara-saudara kita yang sekarang terdampak bencana di Sumatera," kata Kapolresta Bogor Kota, Kombes Eko Prasetyo, Selasa (30/12/2025).Dia mengatakan imbauan Polresta Bogor Kota ini sesuai dengan Surat Edaran (SE) Wali Kota Bogor Nmor: 100.3.4/7259-BAKESBANGPOL.Polresta Bogor Kota juga mengingatkan agar tak ada warga yang melakukan konvoi kendaraan baik roda dua maupun roda empat. Polisi akan menindak pihak yang melanggar."Polresta Bogor Kota akan melakukan penindakan tegas terhadap kendaraan mobil bak terbuka yang digunakan untuk mengangkut penumpang, Apabila ditemukan mobil bak terbuka yang membawa penumpang, Petugas akan menindak tegas dan akan memutar balik kendaraan," katanya.Masyarakat juga diingatkan untuk tidak merayakan tahun baru dengan mengkonsumsi minuman keras (miras), narkoba, serta tindakan melanggar hukum lainnya. Dia juga mengajak masyarakat untuk tertib berlalu lintas di momen pergantian tahun."Mematuhi aturan lalu lintas dan mengikuti arahan petugas di lapangan, terutama di titik-titik keramaian dan pengalihan arus," ucapnya.Kombes Eko juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga toleransi dan saling menghormati, sehingga perayaan Tahun Baru dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat dengan aman dan damai.Dia juga meminta para wisatawan yang masuk ke Kota Bogor untuk benar-benar menjaga anak jangan sampai hilang."Mari kita sambut Tahun Baru 2026 dengan penuh rasa syukur, menjaga persatuan, serta menjadikan Kota Bogor tetap aman, tertib, dan kondusif," ucapnya.Simak juga Video 'Pemerintah Imbau Masyarakat Rayakan Tahun Baru Secara Sederhana':[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Dampak kecelakaan tersebut dinilai sangat fatal. Sebanyak 16 penumpang dinyatakan meninggal dunia. Rinciannya, 15 korban tewas di lokasi kejadian, sementara satu korban lainnya meninggal dunia saat menjalani perawatan medis di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Selain korban meninggal, sebanyak 17 penumpang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah tersebut, sembilan korban harus menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Adhyatma MPH (Tugurejo), Kota Semarang.Fakta lain yang terungkap dalam penyelidikan awal adalah latar belakang pengemudi bus. Sopir PO Cahaya Trans tersebut diketahui masih tergolong baru mengemudikan rute Bogor–Yogyakarta.Pengemudi baru dua kali melakukan perjalanan pulang-pergi pada rute tersebut dan kini telah diamankan pihak kepolisian untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam peristiwa kecelakaan maut di Tol Kota Semarang ini, pengemudi dilaporkan hanya mengalami luka ringan.Baca juga: Kecelakaan Bus di Tol Krapyak Semarang, Polisi Dalami Dugaan Sopir Minim Jam TerbangDok. SAR Semarang Kecelakaan maut terjadi di ruas simpang susun Exit Tol Krapyak Kota Semarang, Jawa Tengah terjadi pada Senin pukul 00.30 WIB dini hari. Salah satu korban selamat adalah kernet bus, Robi Sugianto (51), warga Bumiayu, Kabupaten Brebes.Robi mengalami patah tulang pada kaki kanan serta luka di bagian kepala. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kernet berada di bagian depan bus dan menyadari kendaraan tiba-tiba miring ke kanan sebelum akhirnya terguling dan menghantam pembatas jalan tol.Polda Jawa Tengah memastikan seluruh korban kecelakaan bus PO Cahaya Trans mendapatkan penanganan medis secara maksimal dan profesional.Hingga saat ini, penyebab pasti kecelakaan tunggal di Simpang Susun Krapyak tersebut masih dalam proses penyelidikan dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemeriksaan kondisi kendaraan, kontur dan kondisi jalan, hingga faktor pengemudi.Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com dengan judul Penampakan Bus Maut Kecelakaan di Tol Krapyak Semarang Akibatkan 16 Orang Meninggal

| 2026-02-05 02:36