Gangguan MRT Hari Ini, Pramono: Perbaikan Butuh 3–4 Jam

2026-01-13 14:48:53
Gangguan MRT Hari Ini, Pramono: Perbaikan Butuh 3–4 Jam
JAKARTA, - MRT Jakarta mengalami gangguan operasional akibat korsleting pada Kamis .Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memastikan pemulihan jaringan diperkirakan memakan waktu tiga hingga empat jam.“Untuk waktu yang diperlukan untuk perbaikan kurang lebih 3-4 jam,” ucap Pramono saat ditemui di kawasan SMP Negeri 15 Jakarta Selatan, Kamis .Pramono menjelaskan gangguan terjadi akibat pohon tumbang yang menimpa instalasi listrik MRT di kawasan Ratu Plaza.Baca juga: Cerita Penumpang Terjebak di MRT Gelap, Dievakuasi Darurat Lewat TerowonganUntuk saat ini, MRT Jakarta sementara menjalankan skema rute perjalanan terbatas, yaitu pengoperasian layanan dari Stasiun Blok M BCA hingga Stasiun Lebak Bulus dan juga rute sebaliknya dengan menggunakan empat rangkaian kereta.“Mudah-mudahan nanti sore sudah berjalan normal. Tapi sekarang ini untuk loop pendek dari Pondok Labu sampai dengan Blok M, sampai dengan ASEAN sudah bisa dilakukan,” lanjut dia.Sebelumnya, layanan MRT Jakarta mengalami gangguan operasional pada Kamis sekitar pukul 11.00.Baca juga: Penyebab Gangguan MRT Jakarta Hari Ini, Hanya Layani Lebak Bulus–Blok MGangguan ini menghambat perjalanan sejumlah penumpang pada jam sibuk pagi, sehingga memicu keluhan di media sosial.“PT MRT Jakarta (Perseroda) menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para pelanggan akibat gangguan operasional yang terjadi pada hari ini," ujar Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda), Rendy Primartantyo.Menurut Rendy, tim operasional dan teknis MRT Jakarta sedang melakukan penanganan untuk memastikan layanan dapat kembali berjalan normal sesegera mungkin.Gangguan operasional ini memicu keluhan dari sejumlah pengguna MRT di media sosial. Hingga berita ini ditayangkan, layanan MRT masih terhenti.Baca juga: Pohon Tumbang Dekat Bundaran Senayan, Kendaraan Dialihkan Lewat Jalur TransjakartaPara penumpang mengeluhkan perjalanan yang terhambat, terutama karena gangguan listrik terjadi saat mereka hendak berangkat ke tempat kerja.Mengutip dari video yang beredar di media sosial, sejumlah penumpang juga terpaksa dievakuasi dari kereta akibat gangguan tersebut. Bahkan, penumpang terpaksa menelusuri terowongan MRT.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-01-13 14:09