Tangis Ibu Korban Kebakaran Terra Drone, Coba Hubungi HP Anaknya Tapi Tak Aktif

2026-01-17 04:32:56
Tangis Ibu Korban Kebakaran Terra Drone, Coba Hubungi HP Anaknya Tapi Tak Aktif
Seorang ibu bernama Mimi Adriani Nasution menangis mendatangi posko Ante Mortem RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Mimi mencari keberadaan anaknya, Raihan yang diduga menjadi korban kebakaran gedung Terra Drone di Jakarta Pusat."Saya belum melihat, saya belum melihat apakah Raihan ada di dalam itu tapi kalau di daftar-daftar Twitter dan segala macam ada nama Raihan di urutan ke-11," ujar Mimi di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (9/12/2025).Mimi mengaku sudah mencoba menghubungi Raihan saat mendengar kabar kebakaran kantor Terra Drone. Namun, dia menuturkan ponsel Raihan sudah tidak aktif."Udah (coba kontak Raihan), tapi checklist 1, HP-nya udah nggak aktif," ujarnya.Dia mengatakan komunikasi terakhir dengan Raihan terjadi tadi pagi. Dia mengatakan chat tentang paket kurir menjadi komunikasi terakhirnya dengan Raihan."Saya menge-chat dia doang tadi pagi, soalnya ada paket untuk dia, terus saya bilang 'nak ini ada paket' dia bilang 'itu dari Samsung mah', cuma itu aja. Saya nggak ngobrol, cuma di chat itu doang," ujarnya.Dia mengatakan Raihan belum genap setahun bekerja di Terra Drone. Mimi mengatakan Raihan bertugas dalam bidang pengolahan data."Raihan itu yang mengolah data-data, misalnya pilot Terra Drone lagi ngasih data di lapangan, itu Raihan yang mengelola datanya, udah berapa hektar yang disemprot," ujarnya.Lebih lanjut, Mimi mengatakan sudah melakukan tes DNA untuk dicocokan dengan jenazah yang tiba di RS Polri. Dia mempertanyakan terkait penanganan dan antisipasi kebakaran di kantor tersebut."Cuma yang bingungnya di kantor ini, kok nggak ada penanganan kayak simulasi atau apa. Yang Nantulang nggak, Nantulang nggak habis pikir. Gimana Raihan meregang nyawanya. Kena asap di lantai 5. Laporan dari si Pak Umay (HRD Terra Drone) mulai dari lantai 1, di lantai 1 minimal untuk menuju ke lantai 5 pasti ada penanganan apa dari kantor," ujarnya.22 Korban TewasSebelumnya, Petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) DKI Jakarta menyebut proses pemadaman api di gedung Terra Drone, Jakarta Pusat, telah selesai. Ada 22 orang yang tewas dalam kebakaran ini."22 orang yang meninggal dunia, 15 wanita dan 7 orang laki-laki," ujar Kadis Damkar Jakarta, Bayu Megantara, di Kemayoran, Selasa (9/12/2025).Dia mengatakan pemadaman telah selesai. Dia mengatakan proses identifikasi lanjutan akan dilakukan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran."Pemadaman selesai dan selanjutnya saya bersama Pak Kapolres akan mengidentifikasi lagi," ujarnya.Dia mengatakan kebakaran terjadi di lantai dasar. Api tidak merembet ke lantai lain, tapi asap tebal membuat korban tewas. Tonton juga video "Kapolsek Kemayoran Terluka Saat Tangani Kebakaran Gedung Terra Drone"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Kebijakan ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 12 Tahun 2025 yang mengatur Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang ditanggung pemerintah untuk kendaraan listrik tertentu.Namun, penghentian insentif diprediksi membuat penjualan BEV pada tahun depan melambat.“Tentu itu akan merubah penjualan mobil listrik, apalagi saat ini kondisi ekonomi kita masih menantang. Penggerak roda industri otomotif kan pada middle income class,” ujar Yannes saat ditemui belum lama ini.Meski begitu, Yannes menekankan bahwa pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah.“Total segmentasi BEV kemungkinan akan melambat, tetapi pertumbuhan kelak akan digerakkan BEV rakitan lokal ya,” lanjutnya.Meski begitu, Yannes menilai pasar kendaraan elektrifikasi secara keseluruhan belum tentu melemah. Segmen hybrid electric vehicle (HEV) diperkirakan akan tumbuh, karena menawarkan kombinasi efisiensi bahan bakar tanpa kekhawatiran jarak tempuh.“Segmentasi HEV akan sangat subur, karena konsumen rasional akan memilih HEV sebagai safe haven. Efisiensi BBM ada, range anxiety nol,” ujar Yannes.Ia menambahkan, untuk menjaga momentum pertumbuhan kendaraan listrik, peran kelas menengah menjadi kunci.“PR kita pertama adalah menaikkan middle income class kita. Ekonomi tolong buktikan bisa tembus 5,4 persen tahun ini dan 6 persen di tahun depan,” kata Yannes.Baca juga: Mobil Listrik Indonesia: BYD Dominasi, Jaecoo dan Wuling Bersaing/Adityo Wisnu Mobil hybrid Rp 300 jutaan“Dan janji di 2029 tercapai, yaitu 8 persen. Itu baru kita bisa belanja dengan enak lagi,” tutupnya.Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil berbasis baterai sepanjang 2025 mencatat pertumbuhan signifikan.Dari Januari hingga November 2025, wholesales BEV telah mencapai 82.525 unit, naik 113 persen dibanding periode sama tahun lalu.Segmen PHEV juga mencatat lonjakan luar biasa, meningkat 3.217 persen menjadi 4.312 unit, sementara mobil hybrid mengalami pertumbuhan 6 persen, dari 53.986 unit pada periode sama tahun lalu menjadi 57.311 unit.

| 2026-01-17 03:58