Banyak Generasi Muda Kesehatan Mentalnya Terganggu, Menkes: Jangan Berambisi Besar di Luar Kemampuan

2026-02-02 01:15:55
Banyak Generasi Muda Kesehatan Mentalnya Terganggu, Menkes: Jangan Berambisi Besar di Luar Kemampuan
JAKARTA, - Menteri Kesehatan (Menkes) RI Budi Gunadi Sadikin menyoroti terkait banyaknya generasi muda yang mengalami gangguan kesehatan jiwa atau mental.Menurut Budi, masalah kesehatan mental sering kali tidak terdeteksi sejak dini, padahal gejalanya sudah mulai muncul sejak usia sekolah."Jangan terlalu stres, jangan terlalu memiliki ambisi yang besar yang di luar kemampuan kita, jangan terlalu banyak dipikirkan juga kalau susah, dan yang penting harus rajin berdoa, harus rajin meditasi," ujar Budi saat ditemui di Kantor Kemenkes, Jakarta Selatan, Rabu .Budi mengatakan, pikiran sangat memengaruhi kesehatan mental seseorang. Maka itu, penting untuk menjaga pikiran tetap positif.Baca juga: Prioritaskan Kesehatan Mental, Disdik DKI Terus Upayakan Sekolah Jadi Ruang Aman bagi Siswa"Gimana caranya supaya kita mencegah, karena itu tadi kan, menjaga hidup sehat, sehat mental penting, itu pikirannya harus dijaga. Karena itu nanti akan membantu kita agar kondisi mentalnya baik kembali," ucapnya.Melihat sejumlah kasus yang terjadi, seperti di SMA 72 Jakarta, Menkes menyebut perlunya pengecekan kesehatan jiwa."Itu sebabnya program cek kesehatan gratis dimulai SD, SMP, SMA, ada tes kesehatan jiwa, ya questionnaire saja dulu, tapi kalau dari jawabannya sudah agak menjurus, nanti kami referensikan ke dokter (spesialis kejiwaan)," kata dia.Ia menegaskan pentingnya deteksi dini karena banyak orang tidak menyadari bahwa mereka sudah mengalami kecemasan atau bahkan depresi.Baca juga: Cara Gen Z Jaga Kesehatan Mental di Dunia Kerja Modern"Kadang-kadang kita enggak tahu bahwa kita sudah mulai cemas atau anxiety, atau kita sudah masuk tahap yang lebih lanjut, tahap depresi, itu kadang-kadang kita enggak tahu," beber Budi.Terkait pendampingan korban ledakan di SMAN 72 Jakarta, Budi mengatakan bahwa pendampingan masih dilakukan oleh Dinas Kesehatan Jakarta."Untuk yang SMAN 72, itu masih ditangani oleh Dinas Kesehatan DKI," kata Budi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Lalu ketiga, penguatan talenta keamanan siber ASN, baik di pusat maupun di daerah, dan terakhir, pendampingan intensif melalui Ekosistem Keamanan Siber Nasional.Dengan empat langkah strategis ini, keamanan siber tidak lagi bersifat reaktif, tetapi menjadi sistem pertahanan yang proaktif, terstandarisasi, dan terintegrasi untuk melindungi ruang digital Indonesia, jelasnya.Sementara itu, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN), Nugroho Sulistyo Budi mengatakan, sinergi, kolaborasi, kerja sama, persatuan, kerukunan, adalah rumus keberhasilan suatu bangsa dalam mewujudkan transformasi nasional.Menurutnya, BSSN dan Kementerian PANRB terus berupaya meningkatkan sinergi dan kolaborasi di berbagai bidang, termasuk dalam pelaksanaan program percepatan transformasi digital yang aman.Baca juga: Rapat bersama DPR, Menteri PANRB Sampaikan Progres dan Proyeksi Program Kerja Kementerian PANRBTentu saja percepatan transformasi itu untuk mendukung Asta Cita dan Program Prioritas Presiden menuju Indonesia Emas 2045.Kami sangat mengapreasiasi Kementerian PANRB yang telah memberikan arahan dan dukungan sehingga terbuka ruang kolaborasi yang kuat antar kedua institusi, kata Sulistyo.Kolaborasi itu, kata dia, diwujudkan dengan menempatkan keamanan siber dan sandi sebagai enabler dan trust builder, serta mengintegrasikan keamanan siber dan sandi dalam kebijakan serta peta jalan penyelenggaraan transformasi digital.Hal tersebut, dilakukan untuk meningkatkan aksesibilitas dan kualitas layanan kepada masyarakat.

| 2026-02-02 00:53