Tradisi Natal di Berbagai Negara: Mana yang Paling Unik?

2026-01-12 04:40:36
Tradisi Natal di Berbagai Negara: Mana yang Paling Unik?
– Setiap tanggal 25 Desember, umat Nasrani di seluruh dunia merayakan Natal dengan sukacita. Hari suci ini diperingati sebagai kelahiran Yesus Kristus dan dirayakan dengan berbagai cara, tradisi, dan budaya yang berbeda-beda di tiap negara.Dalam buku “Natal di Penjuru Dunia” dijelaskan bahwa perayaan Natal tidak sekadar perayaan religius, tetapi juga mencerminkan kebiasaan, simbol, dan kearifan lokal masyarakat setempat.Mulai dari tradisi kuliner hingga dekorasi rumah, masing-masing negara memiliki cara unik dalam menyambut Natal.Baca juga: 30 Ide Hadiah dan Kado Natal untuk Anak-anak yang Menarik dan BermanfaatBerikut rangkuman tradisi Natal paling menarik dari berbagai negara.Nama Santa Claus sudah dikenal di seluruh dunia. Namun di Yunani, sosok ini memiliki peran khusus sebagai pelindung para pelaut.Berbeda dengan negara lainnya, masyarakat Yunani tidak menggunakan pohon cemara sebagai dekorasi utama.Mereka justru menata mangkok berisi air dan salib kayu, dikelilingi daun kemangi segar. Setiap pagi, sang ibu akan memercikkan air kemangi ke seluruh sudut rumah, sebagai simbol mengusir roh jahat.Pada malam Natal, anak-anak Yunani akan menyanyikan lagu khas bernama Kalanda, sambil membawa triangle dan drum kecil. Mereka berkeliling dari rumah ke rumah dan akan diberi hadiah berupa buah kering atau permen.Baca juga: Bingung Cari Kado Natal? Ini 15 Pilihan Terbaik untuk Keluarga dan SahabatDi India, Natal tetap dirayakan meriah meski umat Kristiani bukan mayoritas.Alih-alih pohon cemara, masyarakat India menjadikan pohon pisang atau pohon mangga sebagai pohon Natal. Daun-daun pohon tersebut dihias agar terlihat semarak.Lilin khas Natal diganti dengan diyas, yaitu lampu minyak kecil, yang disusun indah di dekat pintu atau pagar rumah. Pemandangan ini menjadi daya tarik tersendiri saat malam tiba.Natal di Italia dikenal dengan atmosfer penuh kehangatan. Namun, uniknya, masyarakat Italia tidak mengutamakan pohon cemara sebagai dekorasi.Sebagai gantinya, mereka membuat piramida kayu yang dihias buah-buahan. Dekorasi ini menjadi simbol kemakmuran dan rasa syukur.Baca juga: Kemeriahan Natal 2025, Keluarga Kerajaan Tampil Kompak ke GerejaAFP/Armend Nimani Sejumlah warga mengikuti acara tahunan Santa run untuk menggalang dana untuk kegiatan amal di Pristina, Kosovo, pada 25 Desember 2022. Mereka mengenakan kostum Santa Claus.Umat Kristiani di Iran memiliki dua jenis puasa, yaitu puasa besar menjelang Paskah dan puasa kecil menjelang Natal.Puasa kecil dimulai sejak 1 Desember dan berakhir pada 25 Desember. Setelah menghadiri misa, keluarga biasanya menggelar makan bersama dengan hidangan khas bernama harasa, yaitu olahan ayam yang dipersiapkan khusus menyambut Natal.


(prf/ega)