KUPANG, — Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut Indonesia saat ini kekurangan sedikitnya 70.000 dokter spesialis, dengan distribusi yang sangat tidak merata karena sebagian besar tenaga ahli medis tersebut terkonsentrasi di Pulau Jawa.Kondisi ini, lanjutnya, berdampak langsung pada pelayanan kesehatan di berbagai wilayah, terutama di NTT, NTB, Kalimantan, Sulawesi, dan seluruh Indonesia timur.Masyarakat di daerah-daerah tersebut kerap mengalami kesulitan mendapatkan layanan kesehatan tingkat lanjut karena minimnya dokter spesialis.“Akibatnya, teman-teman di NTT, NTB, Kalimantan, Sulawesi, dan Indonesia timur kalau ada masalah kesehatan, nasibnya susah sekali,” kata Budi saat memberikan sambutan dalam kegiatan operasi perdana perluasan pelayanan stroke dengan tindakan clipping, cooling, dan bypass pembuluh darah otak, di Rumah Sakit Ben Mboi Kupang, Sabtu .Baca juga: Pemprov Kaltim Gelontorkan Rp 16,8 M agar Dokter Spesialis Siaga 24 Jam di IGDBudi menjelaskan, berdasarkan arahan Presiden, Kementerian Kesehatan akan membuka 500 sentra pendidikan dokter spesialis berbasis rumah sakit (hospital-based education) di seluruh Indonesia.Seluruh sentra itu akan dilengkapi peralatan serta fasilitas pendukung yang memadai.“Arahan Presiden jelas, kita tidak boleh kekurangan dokter spesialis dan harus cepat menambah jumlahnya. Presiden sudah menginstruksikan saya untuk menambah 500 sentra pendidikan berbasis hospital-based di seluruh Indonesia,” ujarnya.Sentra pendidikan baru tersebut akan dibuka di tingkat kabupaten, kota, hingga provinsi, sehingga calon dokter spesialis tidak lagi harus berebut kesempatan dengan mahasiswa dari Jawa untuk masuk ke universitas besar seperti UI atau Unair.“Peluangnya kecil sekali untuk masuk, padahal yang kita butuhkan adalah memperbanyak dokter-dokter dari NTT untuk NTT, dari daerah untuk daerah,” kata Budi.Mulai tahun depan, Kemenkes akan secara agresif membuka rumah sakit-rumah sakit daerah sebagai sentra pendidikan dokter spesialis.Salah satunya adalah Rumah Sakit Ben Mboi Kupang, yang akan dijadikan pusat pendidikan minimal untuk tujuh spesialis dasar, ditambah spesialis saraf dan jantung.Baca juga: Pemerintah Alokasikan Rumah Dinas Dokter Umum dan Spesialis di Daerah“Saya akan segera minta Ben Mboi tahun depan menjadi sentra pendidikan minimal tujuh spesialis dasar, plus saraf dan jantung. Dan sebagian besar akan diisi putra-putri NTT, mungkin 90–95 persen dokter yang sekarang ada di RSUD di NTT,” ujarnya.Ia menegaskan langkah ini penting agar dokter-dokter muda dari daerah dapat lebih cepat menyelesaikan pendidikan spesialis dan kembali melayani masyarakat di wilayahnya masing-masing.Budi mengakui bahwa transformasi besar ini menghadapi penolakan dari sebagian kalangan akademisi.Kebijakan pendidikan spesialis di rumah sakit digugat ke Mahkamah Konstitusi (MK), termasuk demonstrasi sejumlah guru besar fakultas kedokteran.
(prf/ega)
Menkes: Dokter Spesialis Terpusat di Jawa, Daerah Lain Susah kalau Warga Sakit
2026-01-11 22:27:50
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:40
| 2026-01-11 21:52
| 2026-01-11 20:55
| 2026-01-11 20:21
| 2026-01-11 20:19










































