PASURUAN, - Dinas Sumber Daya Air, Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur melakukan normalisasi sungai di 11 lokasi.Banyak kendala yang ditemui mulai dari sampah hingga keberatan warga karena tanamannya harus diratakan."Selama melakukan normalisasi tentu ada saja kendalanya. Untuk itu butuh kerjasama warga dan pihak terkait untuk melakukan normalisasi sungai-sungai di Pasuruan," ujar Kabid Sumber Daya Air, Widya Purwanti, Kamis .Baca juga: Emilia dan Annabella, Atlet Biliar Asal Pasuruan Raih Perak dan Perunggu di SEA Games 2025Widya mengungkapkan selama proses normalisasi sungai di 11 titik di sungai dan anak sungai sejumlah kendala kerap ditemui.Ada warga yang keberatan karena ada kandang ternaknya dibongkar karena berada di bantaran sungai, tanaman yang harus dirobohkan hingga sulitnya membuang material lumpur akibat penyempitan tanggul."Selain material sampah, kendala yang ditemui mulai dari kandang, pohon bambu, kasur rusak hingga tanaman sayur yang diklaim menjadi tanamannya. Itu yang harus kami hadapi selama di lapangan," terangnya.Baca juga: BNN Pasuruan Razia Wisma di Puncak Tretes, 1 LC Positif GanjaUntuk mengatasi hambatan itu, pihaknya yang sudah meminta pada pihak desa atau kecamatan yang memberikan edukasi agar normalisasi sungai sesuai target tanpa kendala."Secara teknis kendala yang paling sulit itu ketika ekskavator kesulitan untuk membuang material sampah bercampur lumpur di posisi berhimpitan dengan bangunan permanen milik warga," katanya.Sedangkan 11 titik yang dinormalisasi tersebar di sungai wilayah Rejoso, Lekok, Grati, Kraton, Bangil, Rembang, Gondangwetan dan Gempol.Normalisasi difokuskan pada titik-titik yang paling krusial penyebab banjir."Tidak sepanjang sungai, namun diambil pad titik yang menyebabkan melubernya air sungai saat hujan deras ke perkampungan," katanya.Baca juga: Mahasiswi UMM Diduga Jadi Korban Pembunuhan di Pasuruan, Kasusnya Diambil Polda JatimTerpisah Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo berharap pembersihan dan normalisasi sungai butuh dukungan warga dalam menjaga sungai.Setidaknya, tidak membuang sampah di sungai serta menjaga tanggul atau bantaran sungai."Selain tidak membuang sampah, bantaran atau tanggul sungai juga tidak lagi digunakan atau ditanami pepohonan, pisang atau bambu agar proses normalisasi lanjutan tidak ada kendala," harapnya.
(prf/ega)
Cerita Normalisasi Sungai di Pasuruan, Petugas Angkat Sampah Kasur hingga Kandang Ternak
2026-01-11 22:49:22
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 22:44
| 2026-01-11 22:10
| 2026-01-11 21:42
| 2026-01-11 21:29










































