Makan Malam Bersama Mantan PM Singapura, Walkot Pekanbaru Bahas Pembangunan Kota

2026-01-12 17:40:53
Makan Malam Bersama Mantan PM Singapura, Walkot Pekanbaru Bahas Pembangunan Kota
Walikota Pekanbaru Agung Nugroho bertemu langsung dengan mantan Perdana Menteri Singapura, Goh Chok Tong. Pertemuan dengan pemimpin yang dikenal membawa Singapura memasuki fase stabilitas ekonomi ini, berlangsung pada Kamis malam.Dimana, selain Wako Agung, turut hadir beberapa kepala daerah yang saat ini mengikuti penguatan bersama Lemhanas dan Kemendagri.Dalam diskusi, Wako Agung mengatakan, Chok Tong sempat membagikan pengalamannya dalam membangun Singapura pada awal 1990-an. Kata dia ada beberapa aspek yang harus dikuatkan bila ingin memajukan sebuah kota."Yang pertama beliau menekankan bagaimana pentingnya investasi sumber daya manusia menjadi sesuatu yang penting untuk kemajuan suatu daerah," ucap Wako Agung.Menurut dia, apa yang disampaikan Chok Tong juga tengah ia tingkatkan di Pekanbaru. Salah satunya melalui program Zero Putus Sekolah. Dimana Pemko Pekanbaru, menjamin seluruh anak dapat bersekolah dengan gratis."Memang yang pertama dibahas beliau adalah persoalan pendidikan. Saya sepakat, bahwa penguatan sistem belajar, terutama agar sekolah, merupakan fondasi, bukan beban anggaran," sebutnya."Kalau kita ingin memajukan sektor sumber daya manusia, maka pendidikan dan kesehatan menjadi sesuatu yang tidak bisa ditawar-tawar. Begitu kata beliau," sambung Agung.Selain persoalan pendidikan, Chok Tong juga banyak membahas kesehatan. Dimana Singapura saat ini menjadi salah satu rujukan pengobatan dunia."Selain itu kami juga membahas pemberdayaan anak muda, terutama soal ketidaksesuaian kompetensi tenaga kerja dengan kebutuhan pasar. Nah ini pula yang sedang kami fokuskan di Pekanbaru," paparnya.Agung melanjutkan, pertemuan di Singapura malam itu menjadi bagian dari rangkaian pembelajaran bagi para kepala daerah, yang menggambarkan fokus pada penguatan pendidikan, kesehatan, dan kompetensi generasi muda.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-12 17:37