Mendidik Anak Melek Keuangan Sejak Dini, Kapan Dimulai?

2026-01-13 07:22:56
Mendidik Anak Melek Keuangan Sejak Dini, Kapan Dimulai?
JAKARTA, - Di banyak keluarga, percakapan soal uang sering baru muncul ketika anak mulai minta dibelikan sesuatu, misalnya mainan yang sedang tren, gawai, atau sekadar jajan tambahan.Padahal, “momen minta” itu biasanya hanya puncak kecil dari proses yang jauh lebih panjang. Anak sedang belajar tentang nilai, pilihan, dan konsekuensi.Dorongan untuk memperkuat literasi keuangan sejak dini juga sejalan dengan gambaran besar literasi masyarakat Indonesia.Baca juga: Genjot Literasi Keuangan, Easycash Bikin Modul Edukasi untuk Anak MudaDok. Shutterstock Ilustrasi mengajarkan anak tentang keuangan. Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025 yang diumumkan OJK dan BPS mencatat indeks literasi keuangan 66,46 persen dan indeks inklusi 80,51 persen (metode keberlanjutan).Dalam konteks keluarga, angka itu mengingatkan satu hal: pemahaman keuangan bukan kemampuan yang “otomatis ada”, melainkan keterampilan yang perlu dilatih dan sebagian latihan paling awal justru terjadi di rumah.Pertanyaannya kemudian menjadi praktis: kapan sebaiknya anak mulai diajarkan tentang keuangan?Jawabannya bukan satu usia tunggal, melainkan bertahap, mengikuti kemampuan kognitif dan kebutuhan anak. Yang berubah dari waktu ke waktu bukan sekadar materinya, tetapi juga cara mengajarkannya.Baca juga: Riset WWB: Anak Muda Indonesia Sulit Kelola Keuangan, Rentan Terjerat Pinjol dan Konsumsi ImpulsifPada usia prasekolah, anak belum perlu “dibebani” istilah rumit. Fokusnya adalah fondasi: uang itu terbatas, memilih berarti ada yang dikorbankan, menunggu (delay) itu bisa memberi hasil.Di tahap ini, orang tua dapat mulai mengajarkan anak tentang keuangan dengan tiga latihan sederhana, yakni sebagai berikut.


(prf/ega)