JAKARTA, - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menyebut pihaknya tengah menyusun Peraturan Menteri (Permen) untuk menciptakan sekolah aman dan nyaman.Hal tersebut Mu'ti sampaikan dalam merespons maraknya kasus bullying di sekolah, yang bahkan sampai membuat nyawa siswa melayang."Jadi semua pihak kita libatkan dalam penyusunan rancangan Peraturan Menteri tentang... Namanya itu membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman," ujar Mu'ti di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu .Mu'ti menjelaskan, aturan ini ditargetkan bakal diharmonisasi pada Desember 2025. Dia mengeklaim sudah melakukan diskusi publik untuk menyusun Permen ini.Baca juga: Siswa SD di Pekanbaru Meninggal, Diduga Akibat Bullying di Sekolah"Nanti kita targetkan pada bulan Desember itu sudah ada harmonisasi. Jadi sudah berjalan penyusunannya. Sudah ada, sudah ada diskusi publik, kita juga undang teman-teman wartawan, kita juga undang murid untuk ikut menyusun, undang dinas pendidikan, undang guru," imbuhnya.Diketahui, baru-baru ini, kembali terjadi kasus bullying yang merenggut nyawa anak sekolah.MH (13), siswa kelas I SMPN 19 Tangerang Selatan yang diduga menjadi korban perundungan sejak awal masuk sekolah, meninggal dunia di ruang ICU RS Fatmawati, Jakarta Selatan, Minggu pagi.Ia wafat setelah hampir sebulan berjuang melawan luka serius di kepala yang diduga akibat dipukul menggunakan kursi besi oleh teman sekelasnya.Baca juga: Marak Kasus Bullying Sampai Terdengar Prabowo, Pemerintah: Apapun Alasannya Tidak BolehKisah pilu MH disebut telah berlangsung sejak masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).Ibunya, Y (38), mengatakan anaknya mulai mendapat perlakuan kasar sejak hari-hari pertama sekolah. “Awal dari MPLS udah kena juga dia, ditabokin sampai tiga kali,” kata Y saat ditemui Kompas.com, Senin .Tindakan intimidasi itu terus berulang.Menurut Y, MH kerap ditusuk sedotan berulang kali di tangan, ditendang lengannya saat sedang belajar dan dipukul di punggung.MH disebut-sebut mengalami kekerasan fisik hampir setiap hari.Puncaknya terjadi pada Senin ketika kepala MH dihantam menggunakan kursi besi oleh siswa yang sama.Baca juga: Puan Soroti Kasus Bullying di Hari Guru 2025, Desak Negara Perkuat Benteng Moral SekolahPada hari kejadian, MH tidak langsung berani bercerita. Saat itu ibunya baru saja keluar dari ruang ICU dan sedang dalam masa pemulihan.“Dia enggak langsung bilang karena saya baru keluar dari ICU, dia takut,” ujar Y.MH baru mengakui kejadian tersebut keesokan harinya. Y melihat anaknya linglung, berjalan tidak stabil, dan gerakan matanya tampak janggal.Setelah didesak berulang kali, MH akhirnya mengaku bahwa ia dipukul menggunakan kursi besi."Saya mikir, kok dijedotin tapi ada di tengah ubun-ubun gitu. Terus dia bilang, 'bukan dijedotin mah tapi dipukul pakai bangku', bangku yang kursi sekolah besi itu," kata Y.
(prf/ega)
Mendikdasmen Susun Aturan Sekolah Aman Usai Ramai Kasus Bullying
2026-01-11 23:18:33
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:49
| 2026-01-11 23:27
| 2026-01-11 22:26
| 2026-01-11 22:07
| 2026-01-11 21:41










































