BERLIN, – Ribuan pelajar di seluruh Jerman turun ke jalan pada Jumat , menentang rencana reformasi wajib militer yang disahkan parlemen Jerman.Aksi protes dilakukan serentak di sekitar 90 kota, dengan banyak siswa memilih bolos sekolah untuk menyuarakan penolakan.Reformasi tersebut mewajibkan seluruh pria berusia 18 tahun mengisi kuesioner tentang kesiapan dan kesediaan mereka untuk mengikuti dinas militer. Untuk perempuan, pengisian kuesioner bersifat sukarela.Baca juga: Lega Kembali ke Jerman dari Amazon, Komentar Kanselir Merz Bikin Presiden Brasil Marah BesarRUU yang telah melalui perdebatan panas selama berbulan-bulan itu dirancang untuk memperkuat kapasitas angkatan bersenjata Jerman.Dorongan ini datang seiring komitmen negara-negara anggota NATO untuk meningkatkan belanja pertahanan di tengah kekhawatiran bahwa perang Rusia di Ukraina dapat meluas ke kawasan Eropa.Sekitar 3.000 orang turun ke jalan di Berlin untuk memprotes kebijakan tersebut.Gerakan Schulstreik gegen Wehrpflicht (mogok sekolah menentang wajib militer), selaku penggagas protes, menuliskan di lamannya, “Politisi dan Bundeswehr berdebat soal bagaimana mengembalikan wajib militer. Tapi tidak ada yang berbicara kepada kami. Tidak ada yang bertanya apa yang kami inginkan.”Martin, salah satu pelajar dari Brandenburg yang ikut demonstrasi di Berlin, menyatakan kekhawatirannya terhadap arah kebijakan negara.“Kenapa menyelesaikan perang dengan mempersenjatai diri? Itu hanya mengulang apa yang terjadi sebelum Perang Dunia Pertama dan Kedua,” kata pelajar berusia 16 tahun itu kepada POLITICO.“Saya akan menjalani pelatihan yang tidak membantu hidup saya kecuali belajar bagaimana membunuh orang," imbuhnya.Tess Datzer, seorang pengunjuk rasa berusia 18 tahun, menyatakan ketidakpuasannya terhadap pemerintah.“Saya merasa tidak adil bagi generasi kami untuk pergi berperang untuk negara yang memberikan sedikit sekali bagi kami. Tidak ada investasi untuk pensiun kami, masa depan kami, atau iklim. Saya tidak melihat alasan bagus mengapa generasi kami harus pergi berperang,” katanya kepada AFP.Penolak lain, Ronja Ruh, menilai pemerintah melakukan pemborosan anggaran untuk sektor militer sementara layanan publik justru kekurangan dukungan.Baca juga: Yordania-Jerman Sepakat Pasukan Internasional di Gaza Harus Ada Mandat PBB“Jumlah uang yang dihabiskan untuk militer dan persenjataan benar-benar tidak masuk akal. Ketika kita melihat sekolah khususnya, teknologinya sudah ketinggalan zaman, guru sangat kurang, dan bangunannya banyak yang rusak,” ujarnya.AFP PHOTO/PETRAS MALUKAS Anggota Elemen Komando Brigade Infanteri Mekanik ke-41 Bundeswehr Jerman, Divisi Panzer ke-1 berfoto saat tiba di pelabuhan Klaipeda, Lituania pada 4 September 2022.
(prf/ega)
Ogah Berperang, Pemuda Jerman Demo Tolak Wajib Militer
2026-01-11 15:15:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 15:26
| 2026-01-11 14:52
| 2026-01-11 13:39
| 2026-01-11 13:09










































