Tragis! Bayi 2 Tahun di Sulsel Tewas Dianiaya Pacar Ibu Pakai Balok

2026-01-15 18:54:48
Tragis! Bayi 2 Tahun di Sulsel Tewas Dianiaya Pacar Ibu Pakai Balok
Seorang bayi berusia 2 tahun di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel), tewas dianiaya. Pelaku merupakan pacar dari ibu kandung korbab inisial R (28)."Korban balita berusia 2 tahun lebih tewas diduga dianiaya menggunakan sapu dan balok kayu. Terduga pelaku merupakan pacar dari ibu korban sendiri," kata Kasat Reskrim Polres Luwu, Iptu Muhammad Ibnu Robbani dilansir detikSulsel, Sabtu (22/11/2025).Peristiwa tragis itu terjadi pada Kamis (20/11) sekitar pukul 21.00 Wita. Saat kejadian korban tengah bersama dengan terduga pelaku karena ibu kandungnya pergi bekerja."Tidak lama setelah itu, ibu korban yang sedang bekerja menerima pesan dari terduga pelaku yang mengabarkan bahwa anaknya pingsan dan segera dibawa ke Rumah Sakit Hikma Sejahtera Belopa," ujarnya.Ibu korban yang panik kemudian mendatangi rumah sakit dan mendapati anaknya telah meninggal dunia. Curiga dengan kematian anaknya yang tiba-tiba, ibu korban memutuskan mengadu ke polisi."Dari hasil pemeriksaan awal, terduga pelaku R mengakui telah melakukan kekerasan terhadap korban di rumah kontrakannya menggunakan gagang sapu ijuk dan balok kayu," tambahnya.Baca selengkapnya di sini


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-01-15 17:24