- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi di 10 daerah sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga awal 2026.Kebijakan ini diambil menyusul meningkatnya intensitas hujan dan risiko bencana seperti banjir, tanah longsor, serta angin kencang di sejumlah wilayah.Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel Sudirman, di Palembang, Senin , menjelaskan bahwa penetapan status siaga darurat bertujuan mempercepat penanganan bencana sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah daerah dan masyarakat.“Penetapan status siaga ini agar penanganan bencana bisa lebih cepat, mulai dari pemantauan dan pemetaan wilayah rawan, kesiapan personel serta peralatan, hingga penguatan koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait,” kata Sudirman dikutip dari Antara.Baca juga: Per 1 Januari 2026, Pemprov Sumsel Larang Truk Tambang Lewat Jalan UmumBPBD Sumsel mencatat terdapat 10 kabupaten dan kota yang telah resmi menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi. Wilayah tersebut meliputi:Baca juga: Daftar Lengkap Mutasi Polda Sumsel Desember 2025: Wakapolda Hingga Kapolrestabes Palembang BergantiSelain kabupaten dan kota tersebut, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan juga menaikkan status kewaspadaan wilayahnya menjadi siaga.Langkah ini dilakukan untuk memastikan koordinasi lintas daerah berjalan lebih efektif, terutama dalam menghadapi puncak musim hujan.Menurut Sudirman, peningkatan status kewaspadaan ini tidak lepas dari kondisi cuaca yang cenderung ekstrem serta catatan kejadian bencana sepanjang 2025.Puncak musim hujan diperkirakan masih akan berlangsung hingga awal 2026, sehingga risiko bencana hidrometeorologi dinilai masih tinggi.“Kami mengingatkan agar semua pihak waspada menghadapi puncak musim hujan 2025–2026,” ujarnya.Baca juga: UMP Sumsel 2026 Naik Jadi Rp 3.942.963BPBD juga mengimbau pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah mitigasi, termasuk memastikan kesiapan logistik, peralatan evakuasi, serta jalur komunikasi darurat agar respons penanganan bencana dapat dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.BPBD Sumsel meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama warga yang tinggal di bantaran sungai, daerah dataran rendah, dan lereng perbukitan.Warga juga diminta segera melapor kepada aparat setempat atau petugas kebencanaan apabila menemukan tanda-tanda potensi bencana.Langkah kewaspadaan ini dinilai penting untuk meminimalkan dampak dan korban, mengingat sebagian besar bencana hidrometeorologi terjadi secara tiba-tiba dengan intensitas yang sulit diprediksi.Baca juga: Fenomena Jelang Nataru di Sumsel: Nekat Pinjol Demi iPhone Terbaru dan Gaya HidupBerdasarkan data BPBD Sumsel, hingga 17 Desember 2025 tercatat sebanyak 259 kejadian bencana di wilayah Sumatera Selatan.
(prf/ega)
10 Daerah di Sumsel Ini Tetapkan Siaga Darurat Hidrometeorologi, Ancaman Cuaca Ekstrem hingga 2026
2026-01-13 06:09:52
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-13 06:17
| 2026-01-13 05:47
| 2026-01-13 04:09
| 2026-01-13 04:06
| 2026-01-13 03:59










































