Kenangan Putra Tertua Pakubuwono XIII, Pernah Diajak Sang Ayah Naik Gunung Merapi Saat Erupsi

2026-01-12 06:05:21
Kenangan Putra Tertua Pakubuwono XIII, Pernah Diajak Sang Ayah Naik Gunung Merapi Saat Erupsi
- Putra tertua Sinuhun Pakubuwono XIII, KGPH Hangabehi atau KGPH Mangkubumi, mengenang pengalaman ekstrem bersama mendiang ayahnya saat diajak naik Gunung Merapi.Peristiwa itu terjadi ketika Gunung Merapi sedang erupsi pada 1990-an, namun sang ayah justru bersikap tenang dan mengajaknya duduk santai di lereng gunung tersebut.Pengalaman tersebut membekas kuat di ingatan KGPH Hangabehi dan menjadi pelajaran hidup tentang keberanian serta keyakinan pada takdir.Selain mengenang sosok ayahnya, ia juga menegaskan penentuan penerus tahta Keraton Kasunanan Surakarta masih dalam musyawarah internal keluarga.Baca juga: Cerita Hangabehi Tentang PB XIII: Minum Teh di Lereng Merapi Saat ErupsiDilansir dari TribunSolo.com, KGPH Hangabehi mengisahkan momen luar biasa ketika diajak mendiang ayahnya mendekati lereng Merapi yang sedang erupsi.“Itu yang paling ekstrem, saya diajak gunung meletus di Merapi. Kalau biasanya orang lain menghindar erupsi, menghindar ini, saya diboncengin diajak ke sana. Sampai ke lereng, padahal itu masih statusnya erupsi terus,” ungkap KGPH Hangabehi, Jumat .Saat warga berbondong-bondong menuruni gunung untuk menyelamatkan diri, sang ayah justru mengajaknya menikmati teh sambil merasakan getaran gempa di pinggir Merapi.“Kita berdua nongkrong di pinggir Merapi sambil minum teh, disuruh menunggu merasakan getaran gempa. Orang lain berbondong-bondong turun, kita malah diajak naik,” tuturnya.Baca juga: Mengenal GKR Timoer Rumbai, Putri Sulung Pakubuwono XIIIHangabehi mengaku sempat diliputi rasa takut, namun pengalaman itu justru menanamkan keberanian dan kepercayaan diri yang besar.“Ternyata beliau mengajarkan saya untuk selalu berani untuk menghadapi apa pun. Kalau itu belum takdirmu, nggak akan kena. Tapi pulang ya sambil nangis terus. Saya SMP,” ujarnya.Selain keberaniannya, Hangabehi juga mengenang ayahnya sebagai pribadi tegas, berprinsip kuat, dan senang menantang diri sendiri.“Beliau sosok ayah yang sangat tegas. Sangat memprioritaskan prinsip. Pengalaman yang saya dapat, dia paling senang memanjat di keraton. Di keraton itu dulu masih sirap, bukan genteng,” katanya.Dalam kesempatan yang sama, KGPH Hangabehi menegaskan bahwa proses penentuan penerus tahta Keraton Kasunanan Surakarta masih dalam tahap pembahasan keluarga.Pernyataan ini muncul setelah adiknya, KGPAA Hamengkunegoro, mendeklarasikan diri sebagai Pakubuwono XIV.“Itu biarkan masih menjadi pembicaraan di keluarga inti kami. Semua masih dibahas, dimusyawarahkan. Masih dibicarakan. Saya berkomunikasi terus dengan adik saya untuk permasalahan ke depan bagaimana,” jelasnya.


(prf/ega)