SEMARANG, - Sebanyak 300 keluarga penerima manfaat (KPM) di Jawa Tengah dijadwalkan lulus graduasi dari program bantuan sosial (bansos) pada 11 Desember mendatang.Artinya, mereka dinyatakan keluar dari status kemiskinan karena telah mandiri secara ekonomi dan tidak lagi bergantung pada bantuan pemerintah.Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menyebut capaian ini sebagai bukti keberhasilan program pemberdayaan masyarakat yang dijalankan di sembilan desa percontohan di Jawa Tengah.“Graduasi berarti mereka mandiri dan tidak lagi membutuhkan bansos. Model ini diharapkan bisa diperluas ke provinsi lain,” ujar Agus seusai Pembukaan Evaluasi Desa Sejahtera Mandiri di Semarang, Kamis .Baca juga: Link Bansos 900 Ribu: Cara Cek Nama Penerima BLT Kesra 2025 Lewat HP dan Situs ResmiDia mengatakan program intervensi dilakukan melalui pelatihan keterampilan, bantuan modal usaha, hingga pengembangan produk lokal.Salah satu contohnya adalah kerajinan eceng gondok dari Desa Kalisalak, Pemalang, yang sudah berhasil menembus pasar ekspor Amerika.Sebelum menerima bantuan usaha, para pemuda desa mengikuti pelatihan di Balai Diklat Yogyakarta.Lalu, mereka didorong untuk mengembangkan usaha berbasis potensi lokal.Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Jateng Imam Maskur menambahkan, evaluasi setahun pelaksanaan menunjukkan progres signifikan.Dia mengatakan 60 persen warga di sembilan desa tersebut merupakan penerima bansos yang telah mendapat intervensi dari Dinsos Jateng.“Sebanyak 300 KPM siap graduasi. Kuota graduasi tidak mengurangi penerima manfaat, melainkan dialihkan kepada warga lain yang berhak tetapi belum menerima bantuan,” tutur Imam.Hingga kini, Jateng mencatat sekitar 3.000 KPM lulus graduasi, terutama di Kabupaten Brebes dan Pemalang.Pada Februari mendatang, ditargetkan 40.000 KPM kembali lulus graduasi, dengan pengumuman rencananya digelar di GOR Jatidiri.Lebih lanjut, Wamensos menegaskan keberhasilan graduasi di Jateng menjadi langkah penting untuk mewujudkan target nasional, yakni kemiskinan ekstrem 0 persen pada 2026 dan tingkat kemiskinan di bawah 5 persen pada 2029.Kemensos dan Kemendagri akan mengembangkan penguatan Posyandu sebagai pusat layanan dasar desa.Posyandu dinilai mampu mendukung pemenuhan enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) sekaligus menjadi motor pemberdayaan masyarakat.“Dengan Posyandu yang dinamis, desa berdaya, makmur, dan mandiri bisa terwujud,” tutur Agus.
(prf/ega)
Wamensos Sebut Ratusan Warga Jateng Keluar dari Status Kemiskinan: Bakal Digraduasi
2026-01-11 23:12:33
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:21
| 2026-01-11 22:48
| 2026-01-11 22:26
| 2026-01-11 22:24
| 2026-01-11 20:58










































