Kronologi Dirjen Gakkum ESDM Disemprot soal Tambang Ilegal, Bahlil: Saya Enggak Main-main

2026-01-12 07:34:57
Kronologi Dirjen Gakkum ESDM Disemprot soal Tambang Ilegal, Bahlil: Saya Enggak Main-main
- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyoroti kinerja Direktur Jenderal (Dirjen) Penegakan Hukum (Gakkum) Kementerian ESDM Rilke Jeffri Huwae terkait penanganan tambang ilegal.Hal itu disampaikan Bahlil saat menghadiri rapat kerja bersama jajaran Kementerian ESDM dan Komisi XII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa siang.Dalam rapat tersebut, Bahlil menegur Rilke setelah anggota Komisi XII dari Fraksi Gerindra Muhammad Rohid mengkritik Rilke yang dinilai belum menindak tambang ilegal."Jadi, ini Pak Dirjen sama Dirjen Gakum mana ya? Pak Dirjen Gakum Komisi XII lagi uji nyali Bapak ini. Siap. Bapak jaksa atau bukan jaksa? Jaksa. Oh ya. Kalau nyali tidak ada segera pertimbangkan. Saya enggak main-main benar ini," ujar Bahlil dikutip darikanal YouTube TVR Parlemen, Selasa .Baca juga: Profil Rilke Jeffri Huwae, Dirjen Gakkum ESDM yang Disemprot Bahlil soal Tambang IlegalPeristiwa Bahlil menyemprot Rilke terjadi setelah anggota Komisi XII DPR secara bergiliran melakukan pendalaman terkait realisasi program strategis Kementerian ESDM tahun 2025 dan rencana program strategis tahun 2026.Setelah rapat berjalan sekitar 1,5 jam, anggota Komisi XII asal Fraksi Gerindra Muhammad Rohid meminta waktu kepada pimpinan komisi untuk menyampaikan masukan kepada Kementerian ESDM.Ia kemudian diberi kesempatan berbicara selama satu menit. Momen itu dimanfaatkan Rohid untuk menyoroti kinerja Rilke sebagai Dirjen Gakkum Kementerian ESDM.Menurut Rohid, posisi Rilke sangat penting karena Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar pada pemberantasan tambang ilegal.Baca juga: Ramai Motor Brebet Usai Isi Pertalite, Bahlil: Kalau Rusak, Pertamina Tanggung Semuanya“Dan Pak Menteri sudah pasti tahu  di kabinet beliau (Prabowo) juga sering berulang kali pasti masalah ini dibahas,” ujarnya dikutip dari kanal YouTube TVR Parlemen, Selasa .Rohid kemudian menyampaikan bahwa Komisi XII DPR belum melihat gebrakan berarti dari Rilke.Ia juga meminta agar Rilke lebih aktif turun ke lapangan mengingat masih banyak tambang ilegal yang beroperasi di Indonesia.“Nah, saya sampai hari ini dan banyak teman-teman juga melihat belum ada, Pak, pergerakan dan juga gebrakan-gebrakan dari Dirjen Gakum Bapak ini belum ada sampai saat ini,” kata Rohid.Baca juga: Bahlil Akui Belum Tahu Soal Penutupan 26 Tambang di Parung Panjang oleh Dedi Mulyadi"Jangan nanti kita melihat teman-teman Komisi XII ini malah timnya tim gabungan Presiden dulu yang lebih turun,” tambahnya.Rohid menegaskan, dalam pemberantasan tambang ilegal, seharusnya Bahlil dan Rilke berada di garda terdepan.Ia juga meminta Bahlil menyampaikan data lokasi tambang ilegal kepada Komisi XII DPR.


(prf/ega)