Kerusakan Lingkungan Capai Rp 83 Triliun per Jam, PBB Desak Transformasi Sistem Pangan dan Energi

2026-01-15 01:13:54
Kerusakan Lingkungan Capai Rp 83 Triliun per Jam, PBB Desak Transformasi Sistem Pangan dan Energi
- Produksi pangan dan bahan bakar fosil yang tak berkelanjutan menyebabkan kerusakan lingkungan senilai 5 miliar dollar Amerika Serikat (sekitar Rp 83,4 triliun) per jam, menurut laporan Global Environment Outlook (GEO) PBB.Dibuat oleh 287 peneliti untuk Environment Programme PBB, laporan ini mendesak semua pihak untuk menyadari urgensi krisis lingkungan global, dilansir dari laman resmi UN Environment Programme.Baca juga: "Ini adalah seruan mendesak untuk mentransformasi sistem manusia kita sekarang sebelum keruntuhan menjadi tak terhindarkan,” kata co-chair penilaian studi tersebut, sekaligus mantan Menteri Lingkungan Hidup Kosta Rika, Prof. Edgar Gutiérrez-Espeleta, dilansir dari The Guardian, Rabu . Krisis lingkungan dinilai memburuk seiring bertambahnya populasi global dan kebutuhan akan lebih banyak makanan dan energi, yang mana sebagian besar diproduksi dengan cara yang mencemari planet dan menghancurkan alam.Unsplash Laporan Global Environment Outlook (GEO) PBB menyebut produksi pangan dan energi fosil tak berkelanjutan sebabkan kerusakan lingkungan Rp 83 triliun.Peneliti menyebut dunia yang berkelanjutan dapat terwujud, tapi membutuhkan keberanian politik."Ilmu pengetahuan sudah bagus. Solusinya sudah diketahui. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk bertindak dalam skala dan kecepatan yang dituntut oleh sejarah," ucap Gutiérrez-Espeleta.Para ahli mengakui bahwa situasi geopolitik saat ini sulit, dengan AS di bawah kepemimpinan Donald Trump. Hal tersebut ditambah beberapa negara lain dan kepentingan korporasi yang berupaya menghalangi tindakan lingkungan.Laporan GEO menekankan, biaya untuk aksi iklim merupakan keputusan ekonomi yang tepat karena lebih kecil dibanding jika tidak bertindak.Laporan tersebut memperkirakan, manfaat dari aksi iklim saja akan bernilai 20 triliun dollar AS per tahun pada 2070 hingga 100 triliun dollar AS pada 2100."Kita membutuhkan negara-negara dan sektor swasta yang memiliki visi untuk mengakui bahwa mereka akan mendapatkan lebih banyak keuntungan dengan mengatasi masalah-masalah lingkungan ini daripada mengabaikannya," kata co-chair penilaian studi tersebut, Prof. Robert Watson.Baca juga:


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#5

Sementara Samsung Music Studio 5 hadir dengan ukuran lebih ringkas. Speaker ini ditujukan bagi pengguna yang menginginkan kualitas audio mumpuni tanpa mengganggu tampilan ruangan. Music Studio 5 mendukung koneksi WiFi dan Bluetooth, layanan streaming, serta kontrol suara.Kedua speaker WiFi Music Studio juga dirancang agar mudah diintegrasikan dengan soundbar dan TV Samsung, sebagai bagian dari ekosistem audio terpadu.Samsung juga meningkatkan teknologi Q-Symphony, yang memungkinkan TV, soundbar, dan speaker WiFi bekerja sebagai satu sistem audio. Pengguna dapat menghubungkan hingga lima perangkat audio sekaligus, dengan sistem yang menyesuaikan suara berdasarkan tata letak ruangan.Selain itu, Samsung juga memperkenalkan jajaran ekosistem audio terbaru mereka dari lini soundbar Q Series.Selama lebih dari satu dekade, Samsung telah membentuk evolusi audio rumah melalui teknologi akustik canggih, fitur cerdas, dan desain yang dipikirkan secara matang, ungkap Hun Lee, Executive Vice President Visual Display Business Samsung Electronics, dikutip KompasTekno dari halaman resmi Samsung. Kami melanjutkan warisan tersebut dengan perangkat audio generasi terbaru yang dirancang untuk menghadirkan performa suara yang kaya dan ekspresif di setiap ruang dan momen, lanjut dia. Salah satu produk utama dalam ekosistem audio terbaru ini adalah soundbar flagship HW-Q990H.Baca juga: Ketika HP Lipat Tiga Samsung Galaxy Z TriFold Dibuka-Tutup Barbar 200.000 Kali...Soundbar ini hadir dengan sistem 11.1.4-channel yang menggabungkan soundbar utama, speaker belakang, dan subwoofer aktif. Samsung juga menambahkan teknologi Sound Elevation agar terdengar lebih natural, serta fitur Auto Volume untuk menjaga konsistensi suara di berbagai jenis konten.Soundbar ini juga dibekali fitur berbasis AI untuk memperluas bidang suara. Lewat fitur ini, Samsung mengeklaim pengalaman audio yang dihadirkan setara dengan sistem home theater profesional, tetapi tetap ringkas untuk penggunaan di rumah.Selain itu, Samsung memperkenalkan All-in-One Soundbar HW-QS90H. Soundbar ini bisa dipasang di dinding atau diletakkan di atas meja. Sensor di dalamnya akan menyesuaikan arah suara secara otomatis sesuai posisi perangkat. Dengan sistem 7.1.2-channel dan 13 speaker, soundbar ini mampu menghasilkan bass yang dalam tanpa perlu subwoofer tambahan.

| 2026-01-14 22:50