JAKARTA, - PT Bank Syariah Indonesia Tbk atau BSI memastikan layanan perbankan di Provinsi Aceh sudah kembali pulih setelah terdampak bencara longsor dan banjir akhir November 2025 lalu. Direktur Utama BSI, Anggoro Eko Cahyo, mengatakan dari 145 kantor cabang BSI di Aceh, saat ini hanya tinggal 10 yang masih belum beroperasi. Pihaknya pun terus berupaya melakukan pemulihan menyeluruh. "Dari 145 cabang, tadinya kan yang bener-bener enggak bisa 60 (cabang), hari ini tinggal 10," ucapnya saat ditemui di Stasiun MRT Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia, Jakarta, Rabu . Ia menuturkan, untuk daerah yang paling terdampak, seperti Aceh Tamiang sudah tersedia layanan perbankan BSI. Dengan demikian nasabah di wilayah tersebut sudah bisa mengakses layanan perbankan. "Di Aceh Tamiang yang paling sulit, itu ada 2 cabang yang on. Di sana ada 10 cabang, tapi 2 sudah on," imbuh Anggoro.Baca juga: MRT Lebak Bulus Kini Resmi Bernama Lebak Bulus Bank Syariah Indonesia Selain kantor cabang yang sudah beroperasi, layanan mesin ATM juga tersedia kembali. Dia menyebut, dari 920 unit ATM yang ada di Aceh, sebanyak 500 unit ATM sudah kembali beroperasi. Menurut Anggoro sebagian unit ATM memang belum bisa beroperasi karena situasi di lapangan yang masih perlu perbaikan akses dan infrastruktur. Meski begitu, dia memastikan layanan perbankan BSI yang sudah beroperasi tersebar di berbagai kota/kabupaten Aceh. "Artinya di semua kabupaten kota sudah on, semua. Tapi beberapa yang belum on, ya karena situasinya ya. Jadi intinya, pelayanan pada masyarakat, sudah fully di semua kabupaten-kota, walaupun belum di semua spot cabang," pungkas dia.Baca juga: Layanan BSI di Medan dan Sumbar Telah Normal Sepenuhnya, di Aceh Baru 91 Persen
(prf/ega)
BSI Sudah Pulihkan 500 ATM dan 135 Kantor Cabang di Aceh
2026-01-12 06:52:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:21
| 2026-01-12 07:12
| 2026-01-12 07:00
| 2026-01-12 06:51
| 2026-01-12 05:51










































