Capaian Polda Jateng 2025: Angka Kriminalitas-Gangguan Kamtibmas Menurun

2026-01-14 05:47:40
Capaian Polda Jateng 2025: Angka Kriminalitas-Gangguan Kamtibmas Menurun
Polda Jawa Tengah (Jateng) memaparkan capaian kerja selama 2025. Salah satunya yakni angka kriminalitas dan gangguan kamtibmas yang menurun.Hal itu diungkap Polda Jateng saat menggelar pers rilis akhir tahun 2025 di Gedung Borobudur Mapolda Jateng. pada Senin (29/12/2025) pukul 13.00 WIB. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto, didampingi Dirresnarkoba, Dirreskrimum, Dirlantas, dan Dirsamapta Polda Jateng.Dalam kesempatan itu, Artanto menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, TNI, pemerintah daerah, dan insan pers atas dukungan serta sinergi yang telah terjalin sehingga situasi kamtibmas di Jateng sepanjang 2025 tetap aman dan kondusif."Capaian ini merupakan hasil kerja bersama. Namun kami juga menyampaikan permohonan maaf apabila masih terdapat kekurangan dalam pelaksanaan tugas Polri. Hal ini menjadi bahan evaluasi untuk memberikan pelayanan yang lebih baik ke depan," ujar Artanto dalam keterangan tertulis, seperti dilansir detikJateng, Selasa (30/12/2025).Artanto memaparkan, secara umum angka gangguan kamtibmas di wilayah hukum Polda Jateng menurun, khususnya pada kejahatan konvensional yang turun signifikan disertai tingginya tingkat penyelesaian perkara.Di bidang pemberantasan narkoba, kata Artanto, Polda Jateng berhasil mengungkap ribuan kasus dengan barang bukti narkotika dalam jumlah besar. Polda Jateng pun berhasil menyelamatkan ratusan ribu jiwa dari bahaya penyalahgunaan narkoba, sekaligus mengedepankan pendekatan rehabilitasi dan pencegahan.Di bidang lalu lintas, lanjut Artanto, meskipun jumlah kecelakaan mengalami peningkatan, angka korban meninggal dunia justru menurun. Menurunnya angka korban tewas itu, kata Artanto, seiring dengan penguatan upaya preventif melalui edukasi, sosialisasi, dan optimalisasi Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE)."Hal ini sekaligus bukti meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya mengutamakan keselamatan berlalu lintas," imbuhnya.Baca selengkapnya di siniSimak juga Video: Laka Lantas-Kriminalitas di Jatim Menurun Selama Operasi Ketupat Semeru 2025[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-01-14 04:37