Kondisi Gedung Terra Drone Saat Terbakar: Disekat-sekat, Tak Punya Fasilitas Rescue

2026-02-01 19:44:21
Kondisi Gedung Terra Drone Saat Terbakar: Disekat-sekat, Tak Punya Fasilitas Rescue
- Sejumlah pihak menyoroti fasilitas Gedung Terra Drone di Kemayoran, Jakarta Pusat yang terbakar pada Selasa sekitar pukul 12.30 WIB.Pasalnya, kebakaran menyebabkan 22 orang yang berada di dalam gedung meninggal dunia setelah terperangkap.Dari 22 korban meninggal, RS Polri Kramat Jati Jakarta telah mengidentifikasi sepuluh jenazah pada Selasa dan Rabu .Salah satu korban meninggal adalah Novia Nurwana (28) yang sedang mengandung anak pertama.Baca juga: Bikin Pramono Anung Geram, Terra Drone Perusahaan Apa?Karodokpol Pusdokkes Polri Brigjen Nyoman Eddy Purnama Wirawan mengatakan, Gedung Terra Drone yang terbakar dalam kondisi disekat-sekat.Bangunan tersebut juga  memiliki sedikit akses keluar sehingga para korban diduga kuat terperangkap ketika asap pekat memenuhi ruangan.Nyoman menambahkan, hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar korban meninggal akibat menghirup gas karbon dioksida (CO₂) saat terjebak di dalam gedung yang terbakar.Baca juga: Terungkap, Identitas 10 Korban Meninggal Kebakaran Gedung Terra Drone, 1 Ibu HamilTemuan tersebut berdasarkan pemeriksaan luar yang dilakukan tim forensik.Ia menegaskan, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri masih bekerja untuk mengidentifikasi korban dan memeriksa secara detail penyebab kebakaran.Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada luka bakar dominan pada tubuh korban yang menjadi penyebab utama kematian.“Kemungkinan karena menghirup gas karbon dioksida, CO₂. Pemeriksaan luar menunjukkan indikasi itu,” ujar Nyoman dikutip dari Antara, Selasa .Baca juga: Media Asing Soroti Kebakaran Gedung Terra Drone Jakarta, Ini Fakta yang DibahasHafidz Mubarak A Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (ketiga kiri) meninjau lokasi gedung Terra Drone yang terbakar di jalan Letjen Soeprapto, Cempaka Baru, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa . Kebakaran gedung perusahaan penyedia pesawat nirawak untuk industri tersebut mengakibatkan 22 korban meninggal. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc.Sementara itu, Gubernur Jakarta Pramono Anung menduga Gedung Terra Drone tidak memiliki fasilitas rescue ketika api melalap bangunan.Menurutnya, faktor tersebut yang membuat banyak karyawan terperangkap lalu meninggal dunia akibat kebakaran.Pramono juga menyebutkan, Gedung Terra Drone tidak dipersiapkan untuk menghadapi kondisi darurat walaupun dilengkapi dengan alat pemadam kebakaran dan hidran.Padahal, lanjut Pramono, tingkat risiko Gedung Terra Drone terbilang tinggi karena di dalam kantor terdapat aktivitas penjualan dan penyimpanan baterai litium drone.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Selain kecepatan internet mobile, DataReportal x Ookla ini juga mengungkap kecepatan internet kabel (fixed broadband) di Indonesia.Adapun median download speed internet kabel di Indonesia kini tercatat di 39,88 Mbps, naik 24,4 persen dari tahun lalu.Sementara median upload kini tercatat di angka 26,61 Mbps (naik 37,4 persen) dan latensi di angka 7 ms (turun 12,5 persen).Perlu dicatat, laporan ini menggunakan pengukuran median. Ini merujuk pada kecepatan rata-rata tengah ketika pengguna mengunduh data dari internet ke perangkat.Berbeda dengan rata-rata biasa (mean) yang bisa dipengaruhi oleh hasil pengukuran ekstrem, median menunjukkan angka tengah dari seluruh tes kecepatan.Artinya, setengah pengguna di Indonesia mendapatkan kecepatan unduh di bawah 45,01 Mbps, dan setengahnya lagi di atas angka tersebut, ketika menggunakan data seluler. Dengan cara ini, data dianggap lebih merepresentasikan pengalaman nyata pengguna sehari-hari.speedtest Dalam kategori internet seluler, Bekasi menempati posisi ke -118 (dari 148 kota) secara global, sekaligus menjadi yang tertinggi di Indonesia dengan kecepatan unduh (download speed) median 54,59 MbpsDalam laporan Ookla yang dipublikasi secara terpisah, Bekasi dan Jakarta Selatan (Jaksel) tercatat sebagai kota dengan internet tercepat di Indonesia, kecepatannya tembus di atas 50 Mbps untuk data seluler.Baca juga: Kecepatan Internet Indonesia Meningkat 10 Kali Lipat sejak 2014Laporan Speedtest merinci, dalam kategori internet seluler, Bekasi punya nilai tengah download speed 54,59 Mbps. Sementara Jaksel dengan 52,29 Mbps.Selain itu, Speedtest juga mengukur angka tengah kecepatan unggah (upload speed) dan latensi.Menurut laporan Speedtest, Bekasi punya kecepatan unggah 21,05 Mbps dan latensi 18 ms. Sementara, Jaksel punya kecepatan unggah 17,84 Mbps dan latensi 20 ms.Capaian ini menjadikan keduanya sebagai representasi kota dengan internet tercepat di Indonesia, meski secara global posisinya masih di papan bawah.

| 2026-02-01 18:15