Abdi Dalem Keraton Yogyakarta Latihan Pemadaman Api dengan Air Bertekanan Tinggi

2026-01-12 06:25:23
Abdi Dalem Keraton Yogyakarta Latihan Pemadaman Api dengan Air Bertekanan Tinggi
YOGYAKARTA, - Simulasi Kebakaran digelar di Keraton Yogyakarta Senin, . Para abdi dalem dilatih cara memadamkan api.Ada sekitar 80 abdi dalem yang mengikuti kegiatan ini. Mereka nampak bersiap dengan memakai jarik yang menjadi pakaian khasnya.Simulasi itu, dimulai ketika ada pengumuman munculnya titik api di salah satu bangunan Keraton Yogyakarta yang disebabkan oleh arus pendek listrik.Tak lama, salah satu abdi dalem berlari karena melihat kepulan asap berwarna putih dan melaporkan kepada tim Manajemen Keselamatan Kebakaran Gedung (MKKG) Keraton Yogyakarta.Setelah itu, sirene berbunyi, diiringi abdi dalem yang berlari menuju sumber api dan mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam ringan (APAR).Baca juga: Klitih Kembali Muncul di Yogyakarta, 3 Remaja Ditangkap Warga Usai Ancam Remaja LainLantaran api tak kunjung padam, abdi dalem melapor ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damlarmat) Kota Yogyakarta.Beberapa abdi dalem Keraton Yogyakarta juga tampak dievakuasi ke lokasi yang aman. Ada yang ditandu, ada juga yang dipapah oleh abdi dalem lainnya.Saat evakuasi dilakukan, beberapa abdi dalem Keraton Yogyakarta mengambil selang untuk menyemprotkan air dengan tekanan tinggi.Penghageng Kawedanan Hageng Punokawan (KHP), Sri Danardana, Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hayu mengatakan simulasi kebakaran ini diperlukan oleh Keraton Yogyakarta, lantaran akses Keraton sulit dijangkau dari luar.Kendaraan berukuran pemadam kebakaran tak bisa serta-merta masuk ke kompleks Keraton Yogyakarta.Baca juga: Warga Yogyakarta Buat 10 Biopori untuk Olah Sampah Organik Jad Pupuk, Bisa Tampung 600 Kg“Karena Keraton akses sangat susah, nggih. Kalau amit-amit ada kejadian di dalam cepuri, itu kan kendaraan pemadam juga tidak bisa masuk,” kata dia, Senin .“Berarti kami harus memastikan apa yang di Keraton itu seandainya terjadi kejadian bencana, itu kami semua prepare,” imbuh Hayu.Putri ke-4 Sri Sultan Hamengku Buwono X itu menyebut kemampuan untuk mengantisipasi bencana alam maupun kebakaran diperlukan oleh abdi dalem, lantaran banyak abdi dalem yang sudah berusia lansia sehingga kemampuan untuk evakuasi diperlukan.“Di daerah sini itu kan Abdi Dalem banyak juga yang sudah sepuh, jadi benar-benar latihan ini memang diperlukan,” ujar dia.“Keraton itu kan kita nggak ngomongin nilai, tapi karena sudah jelas banyak hal tidak bisa di-replace, tidak bisa tergantikan,” kata Hayu.Baca juga: Pemkot Yogyakarta Larang Bentor dan Bajaj, Hasto: Demi Lestarikan Transportasi Tradisional


(prf/ega)