Jawa Tengah Bersiap Sambut 8,57 Juta Wisatawan Saat Libur Nataru

2026-01-11 23:05:13
Jawa Tengah Bersiap Sambut 8,57 Juta Wisatawan Saat Libur Nataru
- Jawa Tengah bersiap menyambut lonjakan wisatawan pada libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah memprediksi total kunjungan wisatawan sepanjang Desember 2025, termasuk periode Nataru, mencapai 8,57 juta orang.Kepala Disporapar Jateng, M Masrofi, menjelaskan periode libur Nataru berlangsung mulai 20 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, dengan puncak kunjungan diperkirakan terjadi pada 25 Desember dan 28 Desember 2025.Baca juga: Akuarium Tabung Jumbo Pertama Jawa Tengah Hadir di Purbalingga“Untuk periode Nataru saja, jumlah kunjungan diperkirakan mencapai 7,8 juta wisatawan, atau naik sekitar 4,32 persen dibandingkan tahun lalu," ujar dia dilansir dari laman Pemprov Jateng .Ia melanjutkan, jika digabung dengan kunjungan wisata sepanjang Desember, totalnya menjadi 8,57 juta pengunjung, meningkat 12,95 persen dibanding periode yang sama tahun 2024.Disporapar Jateng memetakan lima wilayah yang diprediksi akan menerima kunjungan wisatawan terbanyak selama libur akhir tahun./ANGGARA WIKAN PRASETYA Menyelam di Umbul Ponggok, Klaten.Daerah tersebut meliputi Kabupaten Klaten, Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Magelang, dan Kota Surakarta.Sepanjang Januari hingga November 2025, jumlah kunjungan wisatawan ke Jawa Tengah tercatat mencapai 60,9 juta orang, menunjukkan tren pertumbuhan sektor pariwisata yang konsisten.Masrofi menyebutkan, Jawa Tengah memiliki 1.635 tempat wisata, terdiri atas 759 wisata alam, 268 wisata budaya, dan 608 wisata buatan.Selain itu, terdapat 896 desa wisata yang siap menjadi penyangga utama lonjakan wisatawan saat Nataru.Baca juga: Curug Sewu, Indahnya Air Terjun Tertinggi Jawa Tengah dengan PelangiBeberapa wisata unggulan yang diprediksi ramai dikunjungi, antara lain Kota Lama Semarang, Masjid Agung Demak, Makam Sunan Kudus, Makam Sunan Kalijaga, Candi Prambanan, Masjid Raya Syeikh Zayid, Dieng, Candi Borobudur, Pantai Marina, dan Masjid Agung Jawa Tengah.Selain itu, terdapat lima wisata prioritas yang terus dimonitor, yakni Candi Borobudur, Owabong, Baturraden, Pantai Menganti, dan Guci.Untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan wisatawan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menerbitkan Surat Edaran Sekretaris Daerah Nomor 100.3.4.1/2025.Edaran tersebut menginstruksikan pemerintah daerah dan pengelola wisata agar memberikan pelayanan prima, menyiapkan sarana prasarana, menjaga kewajaran harga, serta melakukan mitigasi potensi bencana hidrometeorologi.Baca juga: Bandara Karimunjawa dan Blora Akan Jadi Bandara Perintis, Dorong Pariwisata Jawa Tengah“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD, Dishub, Satpol PP, TNI, dan Polri. Untuk wisata ekstrem seperti pendakian gunung, arung jeram, dan wahana ekstrem lainnya, mitigasi risiko terus kami monitor,” tegas Masrofi.Dengan kesiapan destinasi, penguatan mitigasi, dan beragam event unggulan, Jawa Tengah optimistis mampu mengelola lonjakan wisatawan sekaligus menggerakkan perekonomian daerah selama libur Nataru 2025–2026.


(prf/ega)