BMKG Ungkap 3 Sistem Siklon Terpantau di Sekitar Indonesia, Apa Dampaknya?

2026-01-13 07:30:17
BMKG Ungkap 3 Sistem Siklon Terpantau di Sekitar Indonesia, Apa Dampaknya?
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi keberadaan tiga sistem cuaca di sekitar wilayah Indonesia, yakni Siklon Tropis Fina, Bibit Siklon Tropis 95B, dan 92W.Berdasarkan analisis BMKG pada Selasa , Siklon Tropis Fina saat ini berada di sekitar 14,5 derajat LS dan 127,7 derajat BT."Tepatnya berada di barat daya Daratan Australia atau sekitar 650 km sebelah tenggara Rote," kata Direktur Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdhani, kepada Kompas.com, Selasa."Sistem tersebut tidak masuk langsung ke wilayah Indonesia dan diperkirakan pada 25 November pada siang/sore akan menurun intensitasnya menjadi depresi tropis (TD)," tambahnya.Andri menyampaikan bahwa secara umum Siklon Tropis Fina tidak memberikan dampak signifikan terhadap cuaca di daratan Indonesia.Meski begitu, fenomena ini masih dapat memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan selatan Indonesia.Baca juga: Prakiraan Cuaca BMKG, Berikut Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat pada 24-25 November 2025Lebih lanjut, Andri menjelaskan bahwa BMKG juga memantau keberadaan bibit siklon tropis 95B dan 92W.Bibit 95B terletak di Selat Malaka, di sebelah timur Aceh, dan bergerak menuju Laut Andaman."Sistem ini meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat bahkan ekstrem, serta angin kencang di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, dan Riau," jelas Andri.Selain itu, bibit siklon tersebut turut memicu peningkatan tinggi gelombang di perairan Selat Malaka.Prediksi BMKG menunjukkan bahwa dalam 24 jam ke depan intensitas 95B masih bersifat persisten, dengan pola sirkulasi yang relatif luas dan kecepatan angin maksimum 25 knot (≈46 km/jam) di kuadran utara dan selatan.Dalam 48 jam ke depan, kata Andri, sistem diperkirakan tetap berada di Laut Andaman dengan intensitas stabil, lalu cenderung melemah pada 72 jam berikutnya saat bergerak ke barat melintasi daratan Aceh dengan angin 20–25 knot (≈37–46 km/jam)."Peluang Bibit 95B berkembang menjadi siklon tropis dalam 24–72 jam ke depan berada pada kategori rendah," ucap dia.Baca juga: Sejarah Penamaan Badai yang Berbeda-beda, Ada Nama Wanita dan Buah-buahanSementara itu, Bibit Siklon Tropis 92W berada di Laut Filipina atau Samudra Pasifik, di utara Sulawesi Utara.Andri mengungkapkan, sistem ini memberi dampak utama berupa peningkatan potensi hujan sedang hingga lebat di Kalimantan Barat serta gelombang tinggi di wilayah utara Indonesia, termasuk Kepulauan Sangihe–Talaud, perairan Halmahera, hingga pesisir utara Papua.


(prf/ega)