PIDIE JAYA, – Aktivitas masyarakat di Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh, mulai tampak setelah banjir melanda wilayah tersebut. Swalayan, toko kelontong, hingga tempat pangkas rambut sudah kembali beroperasi sejak pagi.Meski demikian, kondisi pemulihan belum berjalan sepenuhnya. Sejumlah rumah masih tertutup lumpur bercampur air. Warga terlihat menyelamatkan barang-barang dari dalam rumah, sementara pedagang memilah barang dagangan yang masih bisa dijual.Geuchik (Kepala Desa) Gampong Boangan, Kecamatan Meurah Dua, Junaedi mengatakan bahwa semangat warga untuk kembali bangkit mulai terlihat, meskipun sebagian masih mengungsi.Baca juga: Kisah Dosen Unimal Terjebak Banjir di Pidie Jaya: Menginap 2 Malam dan Menyusuri Laut"Masyarakat ingin cepat beraktivitas walau di sini masih banyak yang tinggal di pengungsian karena rumahnya masih ada lumpur. Kami terima kasih sudah banyak bantuan beras dan lain-lain. Tapi kami kekurangan air,” ujar Junaedi dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Sabtu .Menurut Junaedi, akses jalan di wilayah Meurah Dua saat ini tidak mengalami kendala berarti. Hanya terdapat genangan air di sejumlah titik.Keberadaan jalan tersebut sangat penting bagi mobilitas warga, setelah jalan utama penghubung Aceh–Medan terputus akibat banjir.Hal serupa juga terlihat di Pasar Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang. Aktivitas jual beli mulai kembali berlangsung meski pedagang terpaksa membuka lapak di pinggir jalan karena pembersihan kios belum selesai.
(prf/ega)
Warga Meurah Dua di Pidie Jaya Pelan-pelan Bangkit setelah Banjir Aceh
2026-01-12 06:43:24
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 05:56
| 2026-01-12 05:19
| 2026-01-12 04:59
| 2026-01-12 04:41










































