Tak Puas dengan Gaji dan Pesangon, Ratusan Tentara Israel Resign

2026-01-12 06:18:52
Tak Puas dengan Gaji dan Pesangon, Ratusan Tentara Israel Resign
TEL AVIV, – Militer Israel dilaporkan tengah menghadapi krisis serius menyusul lonjakan permintaan pengunduran diri dari kalangan perwira dan bintara.Media Israel memperingatkan situasi ini berpotensi memicu “eksodus besar-besaran personel” yang dapat melemahkan kekuatan militer secara keseluruhan.Harian Yedioth Ahronoth melaporkan bahwa ratusan personel militer aktif telah mengajukan permohonan untuk meninggalkan dinas tetap.Baca juga: Ilmuwan Iran Dieksekusi Mati, Disebut Mengaku Mata-mata Israel Setelah Ibunya DiancamMenurut laporan Yedioth Ahronoth, sejauh ini terdapat sekitar 500 permintaan pengunduran diri yang diajukan oleh perwira dan bintara dari pasukan reguler, meski tidak dijelaskan secara rinci kapan pengajuan tersebut dilakukan.“Sejauh ini, ada 500 permintaan dari perwira dan bintara di pasukan reguler yang meminta dibebastugaskan dari posisi mereka di militer,” tulis surat kabar tersebut, seperti dikutip Middle East Monitor pada Selasa .Pihak militer, menurut laporan itu, memperingatkan adanya peningkatan permintaan pengunduran diri yang terjadi secara konsisten di berbagai kelompok usia dan jenjang kepangkatan. Situasi ini digambarkan sebagai “krisis tenaga manusia yang nyata.”Laporan tersebut juga menyoroti faktor gaji dan uang pensiun yang rendah, yang menjadi pemicu utama gelombang pengunduran diri.Yedioth Ahronoth mencatat bahwa parlemen Israel (Knesset) hingga kini belum menyetujui usulan perubahan undang-undang yang memungkinkan kenaikan hak pensiun bagi perwira dan prajurit sebesar 7 hingga 11 persen.Penundaan ini disebut telah memperparah ketidakpuasan di kalangan personel militer tetap, terutama di tengah tingkat kelelahan dan pengunduran diri yang meningkat.Surat kabar itu menegaskan bahwa ratusan permintaan pengunduran diri tersebut berasal dari personel dinas tetap di pasukan reguler, bukan dari kalangan tentara cadangan.Baca juga: Protes Keras Partisipasi Israel, Pemenang Ajang Nyanyi Eurovision Kembalikan PialaMedia tersebut juga mengaitkan lonjakan pengunduran diri dengan tekanan berat yang dialami militer selama operasi militer Israel di Jalur Gaza.Dalam salah satu laporan, kondisi ini dikaitkan dengan meningkatnya tingkat kelelahan personel “terutama selama genosida Israel di Gaza."Sementara itu, laporan lain menyebut pengunduran diri terjadi “di tengah rendahnya gaji dan tingginya tingkat pengurangan personel selama perang di Jalur Gaza.”Militer Israel disebut “kesulitan meyakinkan ribuan perwira dan bintara untuk tetap bertahan dalam dinas permanen,” dengan konsekuensi yang diperkirakan berupa penurunan kekuatan dan kinerja militer secara keseluruhan.AFP/OMAR AL QATTAA Warga Palestina berupaya mengambil jasad korban yang tewas tertimpa reruntuhan bangunan akibat serangan Israel di Gaza, 29 Oktober 2025.Menurut laporan Anadolu, sejak Oktober 2023, operasi militer Israel di Gaza telah menewaskan hampir 70.700 orang, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai lebih dari 171.000 orang.Serangan tersebut juga disebut telah menyebabkan kerusakan luas hingga membuat wilayah Gaza nyaris menjadi puing-puing.Baca juga: Kepala Produksi Senjata Brigade Al Qassam, Raed Saad Dilaporkan Tewas dalam Serangan Israel


(prf/ega)