Unesa Siapkan 39.000 Sarapan Gratis Selama UAS, Anggaran Capai Rp 624 Juta

2026-01-11 22:57:32
Unesa Siapkan 39.000 Sarapan Gratis Selama UAS, Anggaran Capai Rp 624 Juta
SURABAYA, - Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali menghadirkan program 39.000 paket sarapan gratis bagi mahasiswa yang mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) Gasal Tahun Akademik 2025/2026.Program ini berlangsung selama masa UAS, mulai 15 hingga 24 Desember 2025, dan didistribusikan ke seluruh fakultas di lingkungan Unesa.Wakil Rektor Bidang Hukum, Ketatalaksanaan, Keuangan, Sumber Daya, dan Usaha Unesa yang diwakili oleh Dr. Vinda Maya Setianingrum, menjelaskan bahwa seluruh makanan disiapkan oleh dua unit katering internal kampus, yakni Kanvanesa milik D4 Tata Boga Vokasi dan Boganesa milik S1 Tata Boga.“Semua makanan disiapkan sejak dini hari hingga pukul 05.00 WIB. Pukul 06.00 sudah harus sampai di fakultas untuk dimobilisasi. Jadi mahasiswa bisa mulai mengambil sarapan sejak jam enam pagi,” kata Vinda, Selasa .Baca juga: Unesa Beri Bantuan Psikososial Hingga Layanan Kesehatan bagi Korban Bencana SumateraMenurut dia, sasaran utama program ini adalah mahasiswa yang melaksanakan UAS pada jam pertama, yakni pukul 07.00–08.00 WIB. Kampus menilai sarapan menjadi kebutuhan penting bagi mahasiswa, terutama di tengah tekanan dan stres saat ujian.“Mahasiswa itu sering berangkat pagi tanpa sarapan, apalagi yang kos. Saat UAS tekanannya beda, mereka sudah fokus persiapan. Kebutuhan nutrisi harus dipenuhi sejak pagi,” ujarnya.Baca juga: Unesa Kirim 11 Relawan ke Aceh, Bantu Penanganan Kesehatan Korban BencanaUnesa juga memastikan kualitas dan keamanan gizi makanan. Menu sarapan disusun oleh Program Studi Gizi dan didampingi Satuan Mitigasi Crisis Center Unesa, sehingga makanan yang diberikan memenuhi standar gizi dan tidak berisiko cepat basi.“Di dalam sarapan ada nasi, lauk, sayur-mayur, dan susu. Menu dipilih setiap hari berdasarkan kajian gizi. Kalau ada menu yang kurang cocok, pasti dievaluasi untuk semester berikutnya,” ujar Vinda.Selain menunjang konsentrasi mahasiswa, program ini juga menjadi bagian dari perhatian kampus terhadap kesejahteraan mahasiswa, termasuk aspek ekonomi.“Kualitas pendidikan itu bukan hanya akademik, tapi juga nonakademik. Kalau perut lapar, mahasiswa tidak bisa konsentrasi. Kami ingin mereka tenang, fokus, dan terbantu secara ekonomi,” katanya.


(prf/ega)

Berita Lainnya