ACEH UTARA, – Sulaidah, akrab disapa Amoy, adalah bidan di Desa Meureubo Lama, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara.Pada Sabtu , dia tak bisa melupakan pengalamannya malam itu.Dia membantu persalinan Nurma (40), asal Sabang, yang pulang ke rumah saudaranya di Kecamatan Lapang, Aceh Utara.Nurma bersama keluarganya menetap di Desa Lueng Baro, Kecamatan Lapang, Kabupaten Aceh Utara.Sejak dua hari terakhir, keluarga pasien sudah mengabari Amoy.Namun, waktunya belum tiba.Baca juga: Ketika Peternak di Aceh Utara Bingung dengan Nasibnya Setelah Banjir, Berharap Bantuan Presiden Awalnya, banjir belum parah sehingga Amoy sudah mengungsikan peralatan medisnya ke atas lemari."Lalu, saya dijemput lagi sore hari naik perahu untuk proses persalinan ke pengungsian saya. Saya sudah mengungsi saat itu ke meunasah (mushala)," katanya, Kamis .Amoy pun kembali ke rumahnya dengan perahu untuk mengambil peralatan medis untuk persalinan, seperti jarum suntik, aboket, dan lain sebagainya."Saya bilang peralatan tidak lengkap, dijawab keluarga yang penting kita proses terus lahiran karena ibu bayi sudah menangis," katanya.Dia pun naik ke perahu untuk memproses lahiran.Perahu itu dikayuh Tasir, sementara perahu lainnya mengawal di belakang.Selama di perahu itu, Amoy memeriksa pasien. Sayangnya, bayi diduga terlilit tali pusat sehingga keluarga meminta untuk dibawa ke Rumah Sakit Umum Cut Meutia Aceh Utara.Dari lokasi itu, dengan banjir setinggi dada orang dewasa, terpaksa dua perahu bergerak menuju jalan raya.Baca juga: Nekad Tempuh Jalur Bener Meriah-Aceh Utara dalam Sehari Semalam, Berharap Tak Ada Longsor SusulanDalam perjalanan itu, Amoy kembali memeriksa kandungan Nurma.
(prf/ega)
Amoy, Bantu Persalinan di Atas Perahu dan Banjir 2 Meter di Aceh Utara: Kayuh Terus, Jangan Berhenti
2026-01-11 23:30:54
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-11 23:31
| 2026-01-11 21:57
| 2026-01-11 21:43
| 2026-01-11 21:02










































