Junta Myanmar Gerebek Markas Scam Online, Tangkap 300 Lebih WNA

2026-01-16 11:15:10
Junta Myanmar Gerebek Markas Scam Online, Tangkap 300 Lebih WNA
Junta militer Myanmar mengumumkan operasi penggerebekan terhadap markas scam online di dekat perbatasan Thailand. Lebih dari 300 orang, yang semuanya warga negara asing (WNA), ditangkap dalam operasi penggerebekan tersebut.Markas scam online terdeteksi marak di wilayah perbatasan Myanmar yang dilanda konflik sejak kudeta militer tahun 2021. Bangunan-bangunan yang dijadikan markas itu menampung para pelaku penipuan yang menargetkan pengguna internet dengan modus penipuan asmara dan bisnis.Praktik scam online semacam itu mampu meraup keuntungan puluhan miliar dolar Amerika setiap tahunnya.Junta militer yang berkuasa di Myanmar dituduh sejak lama menutup mata atas praktik kriminal yang meluas tersebut. Namun sejak Februari lalu, junta Myanmar mengumumkan langkah penindakan keras setelah dilobi oleh China, pendukung militer utama negara tersebut.Menurut beberapa pemantau, operasi penggerebekan tambahan yang dimulai bulan lalu merupakan bagian dari upaya propaganda junta Myanmar. Hal itu dinilai dirancang untuk melampiaskan tekanan dari Beijing, tanpa terlalu merugikan keuntungan yang memperkaya sekutu milisi junta.Laporan media lokal, The Global New Light of Myanmar, seperti dilansir AFP, Rabu , menyebut junta militer Myanmar menggerebek pusat perjudian dan penipuan Shwe Kokko pada Selasa pagi waktu setempat."Selama operasi tersebut, sebanyak 346 warga negara asing yang saat ini sedang diselidiki telah ditangkap," demikian dilaporkan The Global New Light of Myanmar."Nyaris 10.000 ponsel yang digunakan dalam operasi judi online juga disita," imbuh laporan tersebut. Sejak kudeta tahun 2021 memicu perang sipil, wilayah perbatasan Myanmar menjadi lahan subur bagi markas-markas scam dan judi online, yang menurut para analis, dikelola oleh ribuan pekerja sukarela serta orang-orang dari luar negeri yang menjadi korban perdagangan manusia.Namun China, pendukung militer junta Myanmar, semakin kesal dengan banyaknya warga negara mereka yang menjadi pelaku sekaligus korban penipuan.Junta militer Myanmar, pada Rabu , menyalahkan kelompok oposisi bersenjata karena membiarkan markas-markas penipuan beroperasi di bawah perlindungan mereka. Diklaim oleh junta Myanmar bahwa pihaknya telah mengambil tindakan setelah merebut kembali kendali teritorial.Laporan The Global New Light of Myanmar menyebut perusahaan bernama Yatai, yang dimiliki dan dikelola oleh seorang warga China-Kamboja, She Zhijiang, merupakan "entitas yang terlibat" dalam mengelola area Shwe Kokko.She ditangkap di Thailand tahun 2022 lalu dan telah diekstradisi ke China pekan lalu, di mana dia akan disidangkan atas rentetan tuduhan keterlibatan dalam judi online dan skema penipuan. She dan perusahaannya telah dijatuhi sanksi oleh Amerika Serikat (AS) dan Inggris.AS menyebut She mengubah sebuah desa di perbatasan Myanmar-Thailand menjadi area Shwe Kokko -- yang disebut sebagai "kota resor yang dibangun khusus untuk perjudian, perdagangan narkoba, prostitusi, dan penipuan yang menargetkan orang-orang di seluruh dunia".Pada Oktober lalu, junta militer Myanmar menggerebek markas scam online lainnya, KK Park, yang terletak tak jauh dari Shwe Kokko. Diklaim oleh junta Myanmar bahwa pasukannya menghancurkan lebih dari 600 bangunan di area KK Park. Tonton juga video "Temui DPR, Arnold Putra Cerita Ketika Ditahan di Myanmar"[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-16 10:15