Terungkap Setelah 5 Bulan, Ini Kronologi Pencurian Dana Desa Rp 388 Juta oleh Eks Pimpinan Bank di Mamuju

2026-01-14 00:58:05
Terungkap Setelah 5 Bulan, Ini Kronologi Pencurian Dana Desa Rp 388 Juta oleh Eks Pimpinan Bank di Mamuju
- Kasus hilangnya dana desa Tapandullu, Kecamatan Simboro Kepulauan, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, senilai Rp 388 juta akhirnya menemukan titik terang setelah lima bulan penyelidikan.Tim Jatanras Polda Sulawesi Barat meringkus AH, mantan kepala cabang sebuah bank di Mamuju, yang diduga menjadi otak pencurian dana desa tersebut.Dirreskrimum Polda Sulbar, Kombes Pol Agus Nugraha, membenarkan penangkapan AH yang kini telah ditahan dan menjalani pemeriksaan intensif.“Saat ini terduga pelaku berinisial AH sudah ditahan. Kami masih mendalami kemungkinan adanya pihak lain yang ikut membantu aksi kriminal terencana ini,” ujar Agus Nugraha.Menurut Kombes Pol Agus, pengungkapan identitas AH melibatkan Tim Dokpol Polda Sulbar yang menganalisis ciri fisik pelaku berdasarkan rekaman CCTV saat kejadian berlangsung.Ketelitian analisis tersebut memperkuat keyakinan penyidik bahwa AH adalah pelaku utama pencurian dana desa Tapandullu.“Kami akan memastikan penyelidikan masih berjalan dan perkembangan kasus akan terus disampaikan kepada masyarakat,” kata Agus.Baca juga: Terlilit Hutang, Mantan Pimpinan Bank di Mamuju Nekat Curi Dana Desa Rp 388 JutaPeristiwa pencurian terjadi pada Senin, 16 Juni 2025 di Jalan Diponegoro, tepat di depan Toko Mitra Listrik, Kota Mamuju.Pj Kepala Desa Tapandullu, Jumardin, baru saja mencairkan dana desa bersama bendahara desa di Bank Sulselbar sekitar pukul 13.30–14.00 WITA. Setelah itu, keduanya sempat beristirahat sebelum menuju toko bangunan untuk membeli perlengkapan kantor.Saat memarkir mobil Toyota Avanza putihnya, Jumardin hanya pergi sekitar lima menit. Namun ketika kembali, kantong plastik hitam berisi uang Rp388 juta sudah raib.“Saya hanya tinggalkan mobil sekitar lima menit. Begitu kembali, uangnya sudah tidak ada,” ujar Jumardin dalam laporannya.Seorang saksi melihat pria tak dikenal menurunkan kaca mobil bagian belakang sopir, mengambil tas berisi uang, lalu melarikan diri menggunakan mobil Mitsubishi Xpander putih.Hasil penyelidikan mengungkap bahwa AH mengincar nasabah yang baru menarik uang tunai dalam jumlah besar.Kabid Humas Polda Sulbar, Kombes Pol Slamet Wahyudi, menjelaskan bahwa AH membuntuti korban sejak keluar dari bank hingga berhenti di depan toko.“Target utama pelaku adalah nasabah yang membawa bungkusan atau kantongan mencurigakan, yang diyakini berisi uang tunai dalam jumlah besar,” jelas Slamet.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Secara medis, luka dapat dibedakan berdasarkan seberapa dalam jaringan tubuh yang rusak.Luka superfisial adalah jenis luka yang hanya mengenai sebagian lapisan kulit, seperti goresan atau lecet. Luka jenis ini biasanya tidak terlalu dalam dan dapat sembuh dalam waktu cepat.“Luka superfisial itu yang terputus kontinuitasnya hanya sebagian lapisan kulit,” kata dr. Heri.Berbeda dengan luka superfisial, luka dalam biasanya menembus lapisan kulit hingga mengenai jaringan otot, bahkan tulang. Kondisi ini dapat menyebabkan perdarahan dan risiko infeksi yang lebih tinggi.Umumnya, luka dalam memerlukan penanganan medis segera karena proses penyembuhannya lebih kompleks dibanding luka ringan.“Kalau dia luka dalam, itu tembus dari kulit bisa sampai ke otot. Bahkan kalau traumanya berat, bisa sampai ke tulang,” lanjut dr. Heri.Baca juga: SHUTTERSTOCK/NONGASIMO Beda jenis luka, beda penyebab dan cara penyembuhannya. Memahami jenis luka penting agar penanganannya tepat, simak penjelasan dokter.Selain dari kedalamannya, luka juga dapat dikategorikan berdasarkan waktu penyembuhannya menjadi luka akut dan kronis.Menurut dr. Heri, luka akut adalah luka yang sembuh melalui proses alami tubuh dan biasanya pulih dalam waktu beberapa minggu.“Luka juga bisa diklasifikasikan menurut waktu sembuhnya, itu menjadi luka yang akut dan luka yang kronis,” ucap dr. Heri.“Luka yang akut itu adalah luka yang sembuh dengan proses alamiah, yang seharusnya dia bisa sembuh sekitar empat sampai delapan minggu,” tambahnya.Ketika penyembuhan tidak berjalan semestinya, kategori luka bisa berubah menjadi luka kronis, artinya luka yang mengalami proses sembuh lebih lama.“Kalau proses sembuhnya mengalami gangguan, dia akan menjadi suatu luka yang kronis, yang bisa sampai berminggu-minggu, berbulan-bulan, sampai bertahun-tahun,” ujar dr. Heri.Faktor yang bisa menyebabkan luka menjadi kronis antara lain infeksi, kekebalan tubuh, hingga penyakit penyerta seperti diabetes.

| 2026-01-13 23:55