1.136 Ton Material Tercemar Radiasi di Cikande, 1 Rumah Belum Didekontaminasi

2026-01-15 12:13:54
1.136 Ton Material Tercemar Radiasi di Cikande, 1 Rumah Belum Didekontaminasi
Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol mengungkap sebanyak 1.136 ton material terkontaminasi radiasi cesium-137 di Kawasan Industri Modern Cikande, Kabupaten Serang. Hanif mengatakan, saat ini, masih terdapat satu rumah yang belum bisa didekontaminasi.Hal itu disampaikan Hanif dalam rapat bersama Komisi XII DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (3/12/2025). Hanif mengatakan 1.136 ton material terkontaminasi itu masih disimpan di storage darurat milik PT PMT."Sampai hari ini material yang terkontaminasi yang tersimpan di storage PT PMT sejumlah 1.136 ton. Memang kondisinya memang sangat darurat, sehingga ke depan diperlukan perencanaan detail, oleh Bapeten maupun BRIN dalam rangka melakukan penanganan material yang terkontaminasi, yang hari ini kita tempatkan di gudang PMT atas dasar bahwa material ini berasal dari PT PMT," kata Hanif.Hanif mengatakan pelaksanaan dekontaminasi pada 12 titik saat ini telah selesai. Namun terdapat satu titik yang masih dalam kajian lantaran diduga sumber radioaktif berada di bawah fondasi bangunan."Pelaksanaan dekontaminasi pada 12 titik telah selesai. Namun ada satu titik yang kemudian masih kita dalami, karena kemungkinan bahan radionuklir ini berada di bawah fondasi bangunan, sehingga kami masih memerlukan kajian lebih lanjut," ujarnya."Kalau memang diperlukan, sepertinya kita mau tidak mau mengganti ruang tersebut untuk kita robohkan, kalau memang cesiumnya berada di fondasi bangunan yang tidak bisa kita lakukan dekontaminasi," sambungnya.Hanif mengatakan penghuni rumah di lokasi tersebut telah direlokasi sementara. Hal itu sambil menunggu hasil kajian BRIN dan Bapeten."Jadi masih ada satu rumah yang tadi kami sebutkan yang hari ini belum penanganan lebih lanjut, dan kita untuk sementara penghuni rumah direlokasi setempat, sambil kita mendapat penjelasan dari Bapeten maupun BRIN terkait dengan posisi radionuklir yang masih berada di posisi tersebut," ujarnya.Hanif mengatakan, sejak insiden terdeteksi, pemerintah melakukan pemantauan seluruh kendaraan yang keluar masuk kawasan Cikande melalui radiation portal monitoring (RPM). Dari 1,071 juta kendaraan yang terpantau, 48 kendaraan terdeteksi terkontaminasi pada hari-hari awal kejadian."Langsung kita lakukan dekontaminasi, ini terjadi pada awal-awal hari pada saat kejadian, kemudian telah tidak muncul lagi kejadian sejak 2-3 minggu kejadian ini yang kemudian kita lakukan," ujarnya.Dia mengatakan, material yang terkontaminasi memiliki masa aktif lebih dari 60 tahun. Sebab itu, kata dia, Indonesia perlu segera menyiapkan interim storage permanen."Kemudian tahun-tahun berikutnya, kita mesti harus menyusun segera penyimpanan interim storage permanen untuk menangani materi tercemar sejumlah 1.136 ton itu yang sifatnya sangat panjang masa aktifnya, yang melebihi 60 tahun, sehingga diperlukan tempat penyimpanan yang memadai untuk itu," paparnya."Untuk itu, pada kesempatan ini, kami memohon dukungan Komisi XII untuk memanggil dan koordinasi dengan BRIN dan Bapeten, untuk segera menyampaikan usulan penyimpanan material terkontaminasi cesium-137," imbuh dia.Lebih lanjut, Hanif mengatakan Bareskrim Polri telah menetapkan PT PMT sebagai tersangka dalam kasus kontaminasi radioaktif cesium-137 (Cs-137) di Cikande. Dia mengatakan saat ini pengusutan masih berjalan."Di dalam kasus ini, Bareskrim telah menetapkan PT PMT sebagai tersangka dari kejadian cesium-137, dan hari ini prosesnya sedang berjalan," ujar Hanif.Simak juga Video: KLH Dalami Penyebab Sumber Cengkeh yang Terkontaminasi Cesium 137[Gambas:Video 20detik]


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-01-15 11:29