PATI, – Di balik sunyinya kompleks Taman Makam Pahlawan (TMP) Puri di Kabupaten Pati, Jawa Tengah, ada satu sosok yang selalu hadir setiap pagi.Namanya Kasminto (74), kakek yang telah menghabiskan hampir seluruh masa dewasanya menjaga, merawat, dan membersihkan makam para pejuang kemerdekaan.Selama lebih dari lima dekade, langkah pelan Kasminto menjadi saksi perjalanan panjang pengabdian tanpa pamrih.Sejak 1974, saat usianya baru 23 tahun, ia ditunjuk menjadi penjaga TMP bersama dua rekannya. Kini, hanya Kasminto yang tersisa.“Dari makam pahlawan saya mulai 1974 sampai sekarang. Dulu bertiga, sekarang tinggal saya. Tugasnya hanya menjaga keamanan dan merawat kebersihan,” kenang Kasminto.Baca juga: Nek Nurjanah, Penjaga Makam Perempuan di Ogan Ilir yang Mengabdi Tanpa UpahIa kemudian resmi diangkat sebagai PNS pada 1977 dan ditempatkan khusus menjaga TMP. Pengelolaan sempat berada di Pemprov Jawa Tengah sebelum kembali ke Pemkab Pati.Pada 2008, Kasminto memasuki masa purnatugas. Sejak itu, ia tidak lagi menerima gaji untuk tugas menjaga makam. Meski begitu, ia tak pernah terpikir berhenti.“Kita sudah purna tugas tahun 2008. Jadi hanya mengandalkan uang pensiun. Jaga di TMP tidak digaji. Saya dari dulu memang tidak memikirkan masalah gaji,” ucapnya pelan.Dengan sepenuh hati ia tetap menyapu halaman, membuang sampah, mengecat tembok, mengganti lampu, hingga memastikan keamanan makam.“Kalau tidak ada saya, orang-orang pada bingung. Yang jaga siapa?” katanya sambil tersenyum.Meski bekerja di pemakaman, ia jarang mengalami hal mistis. Namun ia sering menghadapi kendala anggaran.“Ada pembersihan-pembersihan, tapi dananya nggak ada. Jadi pakai uang saya sendiri,” tuturnya.Baca juga: Cerita Penjaga Makam TPU Kembang Kuning Surabaya, dari Gali Kubur hingga Dikejar TranspuanSesekali ia mendapat insentif dari peziarah atau pejabat, tetapi jumlahnya tak menentu. Uang pensiun masih menjadi tumpuan utamanya.Di usia yang tak lagi muda, Kasminto tetap hadir setiap hari, berjalan pelan menyusuri lorong nisan memastikan semuanya rapi.Bagi banyak orang, tugas ini mungkin biasa saja. Namun bagi Kasminto, merawat makam pahlawan adalah kehormatan besar.“Tidak semua orang bisa mengabdi kepada pahlawan. Saya ikhlas. Dari dulu memang sudah niat,” katanya.Di tengah riuh kehidupan Pati, kisah Kasminto menjadi pengingat bahwa penghormatan kepada pahlawan tak hanya dilakukan saat upacara.Ada sosok sederhana yang setiap hari menjaga warisan kehormatan bangsa—tanpa sorotan, tanpa pamrih.
(prf/ega)
Setengah Abad Mengabdi, Kasminto Tetap Menjaga Makam Pahlawan Meski Tidak Lagi Digaji
2026-01-12 04:58:57
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 04:44
| 2026-01-12 04:37
| 2026-01-12 04:23
| 2026-01-12 04:06
| 2026-01-12 03:29










































