3.700 Sekolah Rusak karena Banjir Sumatera, Bagaimana Hadapi Tahun Ajaran?

2026-02-03 01:18:47
3.700 Sekolah Rusak karena Banjir Sumatera, Bagaimana Hadapi Tahun Ajaran?
JAKARTA, - Sebanyak 3.700 sekolah rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor di Sumatera, sedangkan tahun ajaran baru 2026 segera tiba beberapa pekan lagi."Memang terdapat 3.700 sekolah terdampak dan sekitar 3.100 itu sekolah terdampak kerusakan berat," ucap Pratikno dalam konferensi pers di Lanud Halim, Jakarta Timur, Senin .Baca juga: Siswa Terdampak Bencana Sumatera Ditargetkan Kembali Sekolah pada Awal Januari 2026Pratikno menuturkan bahwa saat ini pemerintah sedang mempersiapkan agar proses kegiatan belajar-mengajar dapat terlaksana dengan target penyelesaian pada 4 Januari 2026."Ada 587 sekolah yang masih dalam proses pembersihan, ini dipercepat, target kita adalah pada tanggal 4 Januari sudah selesai," tuturnya.Baca juga: Pratikno Sebut 65 Persen Sekolah di Aceh Siap Beroperasi Lagi Usai Diterjang BanjirKendati demikian, Pratikno menyebut pada tahun ajaran baru nanti masih ada proses belajar mengajar yang akan berlangsung di tenda pengungsian."Memang masih akan ada proses belajar mengajar yang dilakukan di tenda, yaitu sebanyak 54 sekolah," imbuh dia.Dari 54 sekolah itu, 14 dilaksanakan di Provinsi Aceh, 21 pembelajaran tenda di Sumatera Barat, dan 19 tenda di Sumatera Utara."Jadi ini memang kondisinya semacam itu, terus dikawal dari Kemendikdasmen dan Kementerian Dalam Negeri untuk menjamin pembelajaran bisa jalan dengan moda yang berbeda-beda nanti," tuturnya.Pratikno menuturkan, pemerintah mengeluarkan dana perbaikan Rp20.000.000 per sekolah agar anak-anak yang terdampak bencana tidak tertinggal proses belajar pada tahun ajaran baru."Jadi prinsipnya proses pembelajaran sudah akan jalan, bantuan dari relawan untuk pembersihan juga jalan, biaya untuk bantuan pembersihan per sekolah juga diberikan, sampai dengan Rp20.000.000 tergantung kondisi sekolah," ucapnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

“Fitur ini dapat memberi kendali kepada pengguna untuk menetapkan batas waktu menonton Shorts. Intervensi kecil seperti ini penting untuk membantu anak dan remaja belajar mengatur diri, jelas Graham.Pantauan KompasTekno, area Mental Health Shelf dan fitur pembatasan Shorts memang sudah bisa dijajal di Indonesia.Seperti disebutkan di atas, rak Mental Health Shelf yang dilabeli From health sources akan muncul ketika pengguna memasukkan kata kunci yang berkaitan dengan penyakit mental.Baca juga: MTV Tutup Lima Channel Musik Akhir 2025, Tergeser YouTube dan Medsos?Sementara fitur pembatasan YouTube Shorts bisa diakses melalui menu pengaturan, tepatnya Settings > Time management > dan Shorts feed limit./Bill Clinten Fitur pembatasan waktu menonton Shorts yang baru dirilis YouTube di Indonesia.Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja mengatakan kedua fitur ini merupakan komitmen YouTube untuk membantu remaja Indonesia membangun kebiasaan digital yang lebih sehat serta mengakses informasi yang lebih bertanggung jawab.Di Indonesia, Suwandi menyebut kesehatan mental remaja akan menjadi salah satu fokus dan perhatian YouTube di Indonesia.“Kami sangat serius dengan komitmen kami soal kesehatan mental, dan ini akan menjadi topik yang akan terus menjadi fokus YouTube ke depannya,” kata Suwandi./Bill Clinten Country Head YouTube Indonesia, Suwandi Widjaja dalam acara Beranda Jiwa di kantor Google Indonesia di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis .Meski jadi fokus YouTube di masa depan, Suwandi menambahkan bahwa dukungan kreator dan pakar menjadi elemen penting agar komitmen ini juga bisa dijalankan dengan baik.Baca juga: YouTube Sulap Video Burik Lawas Jadi Bening dengan AI“Kami membutuhkan bantuan dan kerja sama untuk melanjutkan komitmen kami dan program terkait kesehatan mental di masa depan, sekaligus memperluas jangkauannya,” pungkas Suwandi.

| 2026-02-02 23:45