JAKARTA, - Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Dante Saksono Harbuwono menegaskan bahwa pelayanan kesehatan merupakan hak semua masyarakat tanpa memandang ada atau tidaknya kepemilikan identitas.Dante menegaskan ini usai viral warga Baduy bernama Repan (16) yang menjadi korban begal, ditolak rumah sakit saat mencari pertolongan medis, lantaran tidak memiliki identitas."Sebenarnya ya, (pelayanan) kesehatan itu hak semua masyarakat di Indonesia, dengan NIK maupun tanpa NIK," kata Dante di Panti Sosial Tresna Werdha Budi Mulia, Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, Kamis .Dante mengaku sudah mendengar adanya kabar Repan yang sulit mendapatkan pertolongan medis karena tidak mempunyai KTP.Baca juga: Pramono Bantah Rumah Sakit DKI Tolak Warga Baduy Korban Begal"Ini soal administrasi, saya dengar itu, nanti akan kita perbaiki. Dan nanti akan kita telusuri ya supaya mendapatkan pengobatan yang benar," tuturnya.Dante menuturkan, terkadang ada kendala komunikasi di tingkat pegawai administrasi rumah sakit yang menyebabkan terjadinya penolakan.Ia menegaskan bahwa setiap masyarakat berhak mendapatkan pelayanan kesehatan tanpa memandang kepemilikan identitas."Mereka bekerja secara sistem sih kadang-kadang pegawai administrasi ini juga terkendala masalah sistem. Tapi yang paling penting adalah kesehatan ini hak semua orang, baik tanpa NIK maupun dengan NIK," jelasnya.Dante menegaskan, Kemenkes akan berkoordinasi dan menelusuri kasus yang menimpa Repan agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.Baca juga: Kisah Pilu Warga Baduy: Dibegal, Terluka, dan Sulit Dapat Perawatan karena Tak Ada KTPKemenkes juga tak segan memberikan teguran kepada rumah sakit yang menolak pasien darurat."Yang paling penting adalah subjeknya. Subjeknya kita tangani dulu dengan baik. Nanti berikut-berikutnya supaya ini tidak terulang lagi, akan kita berikan teguran kepada rumah sakit tersebut," ucapnya.Sebelumnya diberitakan, seorang warga suku Baduy Dalam, Repan (16), menjadi korban pembegalan di Jalan Pramuka Raya, Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Minggu .Repan menceritakan, dirinya langsung berjalan kaki menuju rumah sakit (RS) terdekat usai dibegal.Baca juga: Menko PMK Dorong Korban Begal Baduy Punya Kartu Identitas Usai Ditolak Berobat di RSNamun, ia sempat kesulitan mengakses pertolongan medis saat mendatangi salah satu RS di Jakarta Pusat karena tidak memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP).Padahal, kondisinya pada saat itu mengalami luka sayat di tangan kiri, sedikit luka di pipi dan memar di punggung lantaran terkena serangan senjata tajam dari empat orang pelaku begal.
(prf/ega)
Warga Baduy Ditolak Berobat di RS, Wamenkes: Pelayanan Kesehatan Itu Hak Semua Masyarakat
2026-01-12 08:14:59
Berita Lainnya
Berita Terpopuler
| 2026-01-12 07:52
| 2026-01-12 07:49
| 2026-01-12 07:41
| 2026-01-12 06:28
| 2026-01-12 06:21










































