4 Orangutan Korban Perdagangan Ilegal yang Dipulangkan Thailand dalam Kondisi Sehat

2026-02-03 07:20:16
4 Orangutan Korban Perdagangan Ilegal yang Dipulangkan Thailand dalam Kondisi Sehat
MEDAN, - Empat orangutan yang menjadi korban perdagangan ilegal di Thailand menjalani proses rehabilitasi di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara.Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Sumatera Utara, Novita Kusuma Wardani mengatakan, mulanya, empat orangutan itu dirawat di Khao Pratubchang Wildlife Rescue Centre di Provinsi Ratchaburi, Thailand.Lalu, pada Rabu , keempatnya diberangkatkan dengan pesawat dari Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dengan nomor penerbangan GA-182 milik Garuda Indonesia Airlines."Dilanjutkan perjalanan darat dan tiba di Pusat Rehabilitasi Sumatran Rescue Alliance (SRA), Besitang, Langkat," kata Novita dalam keterangan resmi yang diterima Kompas.com pada Sabtu ."Tujuannya untuk menjalani proses rehabilitasi sebelum dilepasliarkan kembali ke habitat alamnya," ucap dia.Baca juga: Badul, Korwas, dan Asoka: Kisah Panjang 3 Orangutan Menuju Kebebasan di Rimba KalimantanNovita menyampaikan, kondisi empat orangutan telah dicek di klinik Sumatra Rescue Alliance.Hasilnya, sehat serta stabil. "Kondisinya terlihat dari aktivitas satwa yang cukup aktif. Selanjutnya akan dilakukan proses rehabilitasi dan dilakukan asesmen baik dari sisi perilaku dan kesehatan," sebut Novita."Sampai nantinya dinyatakan siap untuk dilepasliarkan ke habitat yang sesuai dengan jenisnya masing-masing," kata dia.Sebelumnya diberitakan, empat orangutan Sumatera dan Tapanuli dikembalikan oleh pemerintah Thailand kepada Indonesia melalui Kementerian Kehutanan (Kemenhut).Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni menghadiri langsung proses repatriasi atau pemulangan keempat orangutan hasil perdagangan ilegal ini.Keempat orangutan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Banten, pukul 19.00 WIB, menggunakan pesawat Garuda Indonesia Airlines dengan nomor penerbangan GA-867, Selasa ."Hari yang bahagia bisa menyaksikan sebuah kerja keras antara kementerian lembaga bahkan antar-internasional untuk repatriasi empat individu orangutan sumatera dan tapanuli. Ini juga merupakan kebahagiaan bagi mereka berempat,” kata Menhut Raja Juli dalam keterangannya, dikutip Rabu .Baca juga: Orangutan Tapanuli Ditemukan Mati di Tumpukan Material Banjir TaptengSelama penerbangan, orangutan ditempatkan di kandang khusus sesuai standar International Air Transport Association (IATA). Selain itu, mereka didampingi dokter hewan guna memastikan kesehatannya tetap stabil sepanjang perjalanan.Raja Juli menyampaikan, empat satwa dilindungi itu merupakan korban perdagangan ilegal yang berhasil digagalkan otoritas Thailand pada Januari 2025 dan Mei 2025.Menurut dia, repatriasi adalah upaya pemerintah dalam melindungi orangutan yang kian terancam."Selain bahagia, saya secara pribadi merasa sedih karena kejahatan jual beli satwa liar ini masih saja terjadi. Oleh karena itu, kami perlu kerja keras antar-lembaga institusi dan kementerian untuk serius lagi menjaga perbatasan sehingga perdagangan ilegal yang terjadi," kata dia.Adapun keempat orangutan masih berusia di bawah satu bulan ketika disita oleh Department of National Park, Wildlife and Plant Conservation (DNP) Thailand.Selama proses hukum berjalan, mereka dirawat di Khao Pratubchang Wildlife Rescue Centre, Provinsi Ratchaburi.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#4

Komitmen keberlanjutan yang digaungkan selama 25 tahun tecermin melalui berbagai program, seperti aksi donor darah bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Karangasem, pengembalian botol kosong di toko ritel, penggunaan plastik daur ulang pada kemasan, serta kegiatan rutin bersih-bersih pantai dan pura di wilayah Jasri, Karangasem.Pertumbuhan Sensatia sepanjang 2025 turut diperkuat dengan sejumlah penghargaan dari media nasional serta perluasan jaringan ritel yang kini mencapai lebih dari 40 gerai di Indonesia.Baca juga: Rutinitas Skincare Mikha Tambayong, Contek untuk Wajah Bersinar“Komitmen kami tidak berubah, yaitu menjadi brand yang relevan serta membawa dampak positif bagi lingkungan. Langkah ini memastikan nilai-nilai clean beauty yang kami junjung tetap tecermin dalam setiap produk dan inisiatif kami,” lanjut Michael.Dok. Sensatia Deretan produk Sensatia, milai dari hair and gift set hingga mother and baby. Memasuki 2026, Sensatia akan memprioritaskan pertumbuhan berkelanjutan serta penguatan identitas brand melalui inovasi produk berbahan alami berkualitas tinggi.Setiap inovasi baru akan dikembangkan sesuai standar clean beauty dan tetap menjaga prinsip ramah lingkungan.“Kami melihat 2026 sebagai momentum positif bagi industri kecantikan alami di Indonesia. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada kami. Kami berharap, tahun mendatang dapat menghadirkan produk perawatan kulit yang mindful dan memberikan manfaat nyata bagi keseharian,” kata Michael.Menutup 2025, Sensatia juga menghadirkan program The Art of Gifting berupa layanan complimentary gift box wrapping dengan minimum pembelanjaan tertentu di seluruh gerai.Baca juga: Skincare Malam, Langkah Penting Perawatan Kulit yang Sering Diabaikan PriaPelanggan dapat menikmati penawaran hemat hingga 25 persen sampai 31 Desember 2025.

| 2026-02-03 06:28