50 Orangutan Tapanuli Diperkirakan Mati Diterjang Banjir Sumatera, Ancam Punahnya Spesies

2026-02-02 18:28:16
50 Orangutan Tapanuli Diperkirakan Mati Diterjang Banjir Sumatera, Ancam Punahnya Spesies
- Bencana banjir Sumatera yang menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akhir November lalu tidak hanya menelan korban jiwa manusia, tetapi juga menyebabkan kerusakan yang disebut ilmuwan sebagai "gangguan tingkat kepunahan" bagi kera besar paling langka di dunia, Orangutan Tapanuli (Pongo tapanuliensis).Di tengah puing-puing lumpur di Sumatera Utara, terlihat tengkorak orangutan Tapanuli yang diselimuti lumpur, menjadi bukti dampak bencana tersebut.Bencana ini menyebabkan kerusakan katastropik pada habitat dan prospek kelangsungan hidup spesies tersebut.Baca juga: Pasca-Siklon Senyar, Ilmuwan Khawatir Populasi Orangutan Tapanuli Makin TerancamDikutip The Guardian, sebelum banjir Sumatera menerjang, populasi orangutan Tapanuli hanya tersisa kurang dari 800 individu di alam liar, dan seluruhnya menghuni jalur hutan Batang Toru.Dalam bencana ini, diperkirakan sekitar 33-54 individu orangutan Tapanuli mati.Erik Meijaard, seorang antropolog biologi dan salah satu ahli pertama yang mendeskripsikan spesies tersebut, menyebut temuan ini sebagai guncangan demografi kritis."Ini adalah bencana total. Jalur menuju kepunahan kini jauh lebih curam," kata Erik Meijaard.Dalam temuan awal Meijaard, yang akan segera dipublikasikan, perkiraan menyusutnya populasi orangutan Tapanuli akibat bencana ini hampir 11 persen, sekitar 6,2-10,5 persen hanya dalam beberapa hari.Jumlah ini sangat signifikan mengingat laju reproduksi orangutan yang sangat lambat, yakni hanya sekali setiap enam hingga sembilan tahun.Artinya, hilangnya 1 persen populasi orangutan tapanuli, cukup untuk mendorong spesies ini menuju kepunahan.Panut Hadisiswoyo, Direktur pendiri Orangutan Information Centre di Indonesia, meyakini korban yang ditemukan adalah Orangutan Tapanuli."Setelah melihat foto-fotonya, saya yakin bahwa tubuh yang membusuk, rambut kemerahan dan ukuran tengkorak itu adalah orangutan Tapanuli," ujar Panut Hadisiswoyo.Analisis citra satelit yang dilakukan Meijaard dan rekannya menunjukkan bahwa hampir 4.000 hektar hutan tersapu habis oleh tanah longsor dan banjir.Kerusakan ini mencakup celah besar di bentang alam pegunungan yang membentang lebih dari satu kilometer dan lebar hampir 100 meter.David Gaveau, ahli penginderaan jauh dan pendiri The Tree Map, bahkan terkejut.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Bodinya juga dibuat ringan, hanya 29 gram tanpa strap, dengan rangka aluminium alloy dan satu tombol crown stainless steel untuk navigasi.Honor membekali Watch X5 dengan sertifikasi IP68 + 5ATM, sehingga aman untuk berenang maupun dipakai aktivitas outdoor.Di sektor fitur, Honor Watch X5 membawa sensor lengkap mulai dari PPG heart-rate monitor, SpO2, kompas, gyroscope, barometer, hingga accelerometer.Jam tangan ini mendukung lebih dari 120 mode olahraga, lengkap dengan fitur route recording, panduan stretching, dan voice coaching saat pengguna berlatih.Untuk kesehatan, Watch X5 menyediakan pemantauan detak jantung 24 jam, saturasi oksigen, stres, analisis tidur, hingga pelacakan kesehatan wanita. Semua data dapat dipantau melalui aplikasi Honor Health.Navigasi outdoor makin akurat berkat dukungan GNSS lima sistem (BeiDou, GPS, GLONASS, GALILEO, QZSS). Konektivitasnya didukung Bluetooth 5.3 untuk panggilan telepon, serta NFC yang dapat dipakai untuk akses pintu atau pembayaran offline di wilayah tertentu.Honor Fitur lengkap Honor Watch X5.Daya tahan baterainya juga cukup panjang. Honor mengeklaim Watch X5 bisa bertahan hingga 14 hari dalam pemakaian normal, atau sekitar 5 hari jika fitur Always-On Display aktif. Pengisian daya dilakukan lewat konektor magnetik pogo-pin.Baca juga: Ini Dia Coros Pace 4, Smartwatch Ringan untuk Pelari dengan GPS Lebih AkuratFitur tambahan lainnya mencakup remote camera shutter, pemutar musik, mode Do Not Disturb, hingga mini-games.Honor Watch X5 kompatibel dihubungkan dengan smartphone Android 9.0 ke atas dan iPhone yang menjalankan iOS 13 ke atas.Jam tangan ini tersedia dalam dua warna, yaitu Phantom Black dan Moonlight White dengan tali silikon, seperti dihimpun KompasTekno dari GizmoChina.

| 2026-02-02 17:54