Bukan Cuma Hormon, Ini 6 Penyebab Perempuan Sering Merasa Lelah

2026-02-04 18:57:18
Bukan Cuma Hormon, Ini 6 Penyebab Perempuan Sering Merasa Lelah
- Merasa lelah terus-menerus sering dianggap sebagai dampak perubahan hormon, terutama pada perempuan. Padahal, kelelahan yang berlangsung lama tidak selalu disebabkan oleh faktor hormonal. Lebih dari itu, kondisi ini justru berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari atau masalah kesehatan tertentu.Dokter keluarga yang berfokus pada kesehatan perempuan, dr. Beth Oller, menjelaskan bahwa perubahan hormon memang dapat memicu kelelahan, terutama pada masa perimenopause dan menopause. Baca juga: 6 Kebiasaan yang Sebaiknya Dimulai Perempuan Sejak Usia 20-an“Perubahan hormon memang dapat berkontribusi pada kelelahan, terutama pada masa perimenopause dan menopause,” ujar dr. Oller dikutip dari Parade, Selasa .Namun, bukan berarti hormon selalu menjadi penyebab utama. Berikut ini merupakan penyebab perempuan sering merasa lelah.Beban peran, tanggung jawab keluarga, pekerjaan, dan tekanan sosial membuat banyak perempuan hidup dalam kondisi stres kronis.Dokter keluarga dr. Meredith Bourne menyebut, ekspektasi yang tinggi dari diri sendiri maupun lingkungan sekitar menjadi salah satu penyebab utama perempuan mudah kelelahan.“Alasan terbesar perempuan sering merasa kelelahan adalah ekspektasi yang tidak realistis dari diri sendiri, keluarga, dan lingkungan,” kata dr. Bourne.Dr. Bourne dan dr. Oller menyarankan perempuan memprioritaskan tidur dengan jadwal yang konsisten, menjaga kamar tetap nyaman, serta menghindari alkohol, kopi, dan penggunaan ponsel sebelum tidur.Baca juga: Mengapa Perempuan Perlu Mencatat Siklus Menstruasi? Ini Kata DokterKelelahan bisa terjadi meski durasi tidur terlihat cukup. Gangguan tidur seperti insomnia, sleep apnea, atau restless leg syndrome dapat membuat tubuh tidak mendapatkan istirahat berkualitas.Gejalanya meliputi sulit tidur, sering terbangun di malam hari dan tidak bisa kembali tidur, mendengkur keras, tetap mengantuk di siang hari, atau merasa tidak fresh meskipun sudah tidur. Jika kondisi ini berlangsung lama, konsultasi ke dokter sangat dianjurkan.Baca juga: Saran Dokter agar Perempuan PCOS Menjalani Kehamilan Lebih AmanSaat tubuh terasa lelah, olahraga sering menjadi hal terakhir yang ingin dilakukan. Padahal, aktivitas fisik justru membantu meningkatkan kualitas tidur dan energi tubuh.“Olahraga dapat membantu mengatur ritme tidur, mengurangi stres, dan membuat tubuh lebih mudah beristirahat,” jelas dr. Oller.Melakukan aktivitas fisik atau olahraga dengan intensitas sedang minimal 150 menit per minggu dan dua hari latihan kekuatan cukup untuk membantu mengatasi kelelahan.Baca juga: Luna Maya Pilih Olahraga Pagi demi Kebugaran dan Kesehatan MentalKonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak jenuh dapat menyebabkan fluktuasi gula darah dan memengaruhi suasana hati yang memicu rasa lelah. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#2

Sekali lagi melihatnya sekali mungkin tidak menjadi tantangan, tetapi melihatnya berkali-kali bisa mendistorsi pandangan anak tentang body image mereka sendiri, ujar Graham.Ada beberapa konten yang dibatasi oleh YouTube untuk dikonsumsi pra-remaja dan remaja secara berulang, salah satunya konten dengan topik yang membahas tentang perbandingan ciri fisik seseorang.Kemudian topik yang mengidealkan beberapa tipe fisik, mengidealkan tingkat kebugaran atau berat badan tertentu, serta menampilkan agresi sosial seperti perkelahian tanpa kontak dan intimidasi.Selanjutnya adalah topik yang menggambarkan remaja sebagai sosok yang kejam dan jahat, atau mendorong remaja untuk mengejek orang lain,menggambarkan kenakalan atau perilaku negatif, dan nasihat keuangan yang tidak realistis atau buruk.Inilah mengapa YouTube bekerja sama dengan pemerintah dan para ahli, dalam hal ini Kemenkomdigi RI, psikolog, dan psikiater.Mereka adalah para panutan yang telah benar-benar mendorong kemajuan tentang bagaimana kita bisa meningkatkan informasi seputar kesehatan mental, ucap Graham.Kompas.com / Nabilla Ramadhian Tampilan fitur Teen Mental Health Shelf di YouTube.Berkaitan dengan kolaborasi tersebut, Graham mengumumkan bahwa pihaknya meluncurkan fitur Teen Mental Health Shelf, yang dirancang khusus untuk membantu menjaga kesehatan mental remaja.Baca juga: Ribuan Iklan Rokok Serbu Youtube, Ruang Anak TerancamIni untuk para remaja di Indonesia yang akan menggunakan platform kami untuk mencari topik-topik sensitif seperti depresi, kecemasan, atau perundungan, jelas Graham.

| 2026-02-04 18:14