DPR Minta Ahmad Dhani dan Once Mekel Damai, Begini Kisah Perseteruan Lawas Mereka

2026-02-04 06:37:13
DPR Minta Ahmad Dhani dan Once Mekel Damai, Begini Kisah Perseteruan Lawas Mereka
- Musisi sekaligus anggota DPR Ahmad Dhani dan Once Mekel kembali disorot setelah keduanya diminta berdamai di tengah rapat Badan Legislasi (Baleg) DPR. Momen itu terjadi saat pembahasan revisi Undang-Undang Hak Cipta, Selasa , yang dihadiri berbagai asosiasi musisi.Seruan damai ini memunculkan kembali perhatian publik terhadap konflik panjang keduanya yang bermula dari sengketa royalti lagu Dewa 19.Lantas, bagaimana sejarah perseteruan mereka dan hubungan keduanya saat ini?Baca juga: Jurus Ahmad Dhani: Mengubah Royalti Menjadi LegasiKetua Baleg DPR, Bob Hasan, menyoroti banyaknya sengketa antara pencipta lagu dan penyanyi yang terjadi akibat kekosongan hukum. Menurutnya, persoalan itu bukan disebabkan oleh keinginan musisi, melainkan lemahnya regulasi yang mengatur hak cipta dan royalti di Indonesia."Padahal sebenarnya yang menyebabkan terjadinya dispute itu akibat kekosongan hukum, bukan akibat kehendak daripada penciptanya, bukan kehendak daripada penyanyinya," kata Bob dalam rapat Baleg, dikutip dari Kompas.com, Selasa .Bob juga menyinggung perselisihan antara personel Padi, Piyu dan Fadly, sebelum akhirnya menyinggung nama Ahmad Dhani dan Once. "Cukuplah sudah Ahmad Dhani dengan Once. Ini yang rugi itu bangsa Indonesia. Rakyat Indonesia yang rugi. Kita enggak dengar suara Sting lagi di lagu Dewa. Kan begitu. Akhirnya damai lagi lah, kembali. Kalian bersatu lagi. Sehingga kita, para penikmat ini kan, tinggal nanti UU-nya," terang Bob.Ucapan Bob Hasan itu pun mengundang tawa dari para hadirin Baleg, Baca juga: MKD Tetapkan Ahmad Dhani Langgar Kode Etik, Kasus Apa dan Bagaimana Sanksinya?Once Mekel, yang hadir dalam rapat tersebut, tidak memberikan tanggapan langsung terhadap seruan damai itu. Dhani juga tak hadir dalam Baleg. Namun ia mengapresiasi para musisi yang tetap bisa bekerja sama meski memiliki pandangan berbeda soal hak cipta."Saya senang kita bisa bertemu dengan teman-teman musisi dalam posisi yang berbeda-beda. Bahkan yang lebih ajaib adalah, tadi itu, Mas Fadly dan Piyu bisa berbeda, tapi mereka beruntung masih bisa bermain bersama,” ujarnya. Piyu menimpali singkat, "Satu-satunya di dunia."Tak lama yang kembali memancing gelak tawa di ruangan. 


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

YouTube menyediakan laman Family Center untuk membantu orangtua memantau penggunaan YouTube akun anak-anak mereka. Di laman itu, terdapat pilihan untuk menambahkan profil YouTube Kids dan akun YouTube anak remaja mereka, sebagai akun yang diawasi.Laman Family Center sering digunakan oleh orangtua dengan anak berusia di bawah 18 tahun. Di laman ini, ada pengingat Take a Break dan Bedtime yang sudah aktif secara otomatis untuk pengguna berusia di bawah 18 tahun.Pengingat Take a Break adalah notifikasi yang mengingatkan pengguna untuk beristirahat sejenak dari melihat layar HP, sedangkan Bedtime adalah notifikasi yang mengingatkan anak bahwa waktu tidur mereka akan tiba dan mereka harus bersiap-siap untuk beristirahat.Sebagai pelengkap dua hal tersebut, pada akhir tahun ini, YouTube berencana untuk memperluas fitur Shorts Daily Time Limit pada orangtua.Ayah dan ibu yang menggunakan akun yang memiliki akun yang akan diawasi, bisa secara proaktif menetapkan batas durasi menjelajah feed YouTube Shorts yang tidak bisa diabaikan.Ini merupakan tambahan dari hal lain yang sudah kami miliki yaitu pengingat 'Taking a Break' dan 'Bedtime', tutur Graham.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Main HP Sebelum Tidur, Ini Dampaknya Dok. Freepik/Freepik Orangtua bisa gunakan fitur Shorts Daily Time Limit agar anak tidak lupa waktu menonton YouTube Shorts. Terkait fitur pembatasan durasi menjelajah feed YouTube Shorts, Graham mengatakan, hal ini bisa membantu anak memahami regulasi waktu penggunaan platform digital mereka.Jadi, ketika anak-anak scrolling Shorts, aplikasi akan 'menyundul' mereka (memberi notifikasi), yaitu intervensi kecil yang menurut pakar perkembangan anak penting dalam pengaturan diri anak-anak, tutur dia.Anak-anak tetap diizinkan untuk memegang kendali akan akun YouTube untuk mengakses feed YouTube Shorts, tapi mereka tidak akan lupa waktu seperti sebelumnya.Melalui fitur Shorts Daily Time Limit yang sudah diatur oleh orangtua, anak jadi paham bahwa mereka hanya boleh mengakses YouTube Shorts berapa lama, sehingga lambat laun sudah terbiasa dan dengan sendirinya bisa mengatur waktu mereka di YouTube.Baca juga: Jangan Biasakan Anak Makan Sambil Main HP, Ini Kata Psikolog

| 2026-02-04 06:37