Indonesia Perlu Belajar dari India untuk Transisi Energi

2026-02-04 10:37:08
Indonesia Perlu Belajar dari India untuk Transisi Energi
JAKARTA, - Indonesia berada di persimpangan penting dalam menentukan arah masa depan energinya.Dengan permintaan energi yang hampir berlipat ganda setiap dekade, kebutuhan energi nasional diproyeksikan meningkat hingga empat kali lipat pada 2050. Lonjakan ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi yang terus berlangsung.Namun, di tengah proyeksi tersebut, Indonesia dinilai belum membangun infrastruktur energi berkelanjutan yang memadai untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan energi dalam beberapa dekade ke depan.Kondisi ini sekaligus membuka peluang bagi Indonesia untuk melakukan lompatan menuju sistem energi yang lebih bersih.Associate Adjunct Professor di Goldman School of Public Policy, University of California, Berkeley, Nikit Abhyankar, mengatakan sebagian besar infrastruktur energi Indonesia di masa depan justru belum dibangun.“Hampir 60–65 persen infrastruktur energi yang akan ada pada 2050 masih belum dibangun. Dengan turunnya harga energi surya dan teknologi penyimpanan energi secara cepat, sekarang adalah momen bagi Indonesia untuk melompat ke masa depan energi yang lebih bersih,” ujar Nikit dalam CSO Roundtable on Indonesia's 100 GW Solar Power Ambition: Lesson Learned from India and Beyond di Jakarta, Selasa .Nikit menilai kesempatan ini bisa hilang jika Indonesia menunda transisi energi selama 10 hingga 15 tahun ke depan. Pasalnya, keterikatan pada pembangunan infrastruktur energi fosil baru akan membuat arah transisi menjadi jauh lebih sulit.Menurut dia, tantangan utama transisi energi bukanlah menghentikan atau menggantikan pembangkit fosil yang sudah ada, melainkan mencegah pembangunan aset energi fosil baru agar tidak menciptakan ketergantungan jangka panjang.“Energi surya dan batu bara yang sudah ada tidak harus saling bertentangan. Pertarungan sesungguhnya adalah antara energi surya dan pembangunan **pembangkit batu bara baru**, bukan aset yang sudah eksis. Lapangan kerja, tambang, dan pembangkit yang ada tidak perlu ditutup karena memang sudah terbangun,” kata Nikit.Secara global, harga panel surya dan teknologi penyimpanan energi mengalami penurunan drastis dalam 10–15 tahun terakhir, mencapai hampir 90 persen.Penurunan ini terjadi pada berbagai jenis baterai lithium-ion, seperti lithium ferro-phosphate (LFP), nickel manganese cobalt (NMC), hingga nickel cobalt aluminium oxide (NCA).Teknologi LFP yang kini banyak digunakan untuk penyimpanan energi skala jaringan dan kendaraan listrik bahkan telah dipasarkan dengan harga di bawah 80 dolar AS per kWh.Nikit menyebut kapasitas manufaktur baterai global yang berlebih membuat harga teknologi ini diperkirakan tetap kompetitif dalam jangka panjang.India disebut sebagai contoh negara yang berhasil memanfaatkan penurunan harga teknologi energi terbarukan. Negara tersebut mampu menetapkan harga power purchase agreement (PPA) energi terbarukan terendah di dunia.Harga PPA pembangkit listrik tenaga surya di India saat ini berada di kisaran 2,5 dolar AS per MWh. Total kapasitas energi terbarukan India juga telah mendekati 250 gigawatt, dengan sekitar setengahnya berasal dari tenaga surya.Pembangunan pembangkit surya yang dilengkapi sistem penyimpanan energi kini menjadi tren baru di India.“Ini benar-benar mengubah permainan, karena biayanya kurang dari setengah biaya pembangunan pembangkit batu bara baru,” ujar Nikit.Ia menilai pengalaman India menunjukkan bahwa transisi energi tidak hanya memungkinkan secara teknis, tetapi juga semakin kompetitif secara ekonomi—pelajaran yang relevan bagi Indonesia dalam merancang masa depan energinya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#1

Pada hari penerapan, ganjil genap berlaku dalam dua sesi, yakni pagi pukul 06.00–10.00 WIB dan sore pukul 16.00–21.00 WIB. Pengendara yang melintas di akses tol yang terhubung langsung dengan jalan ganjil genap tetap wajib menyesuaikan pelat nomor kendaraan.Baca juga: Wisatawan Menuju Gunungkidul Diimbau Gunakan Jalur AlternatifAdapun 28 akses gerbang tol di Jakarta yang terkena ganjil genap pada pekan ini sebagai berikut:1. Jalan Anggrek Neli Murni sampai akses masuk Tol Jakarta-Tangerang2. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai Jalan Brigjen Katamso3. Jalan Brigjen Katamso sampai Gerbang Tol Slipi 24. Off ramp Tol Tomang/Grogol sampai Jalan Kemanggisan Utama5. Simpang Jalan Palmerah Utara-Jalan KS Tubun sampai Gerbang Tol Slipi 16. Jalan Pejompongan Raya sampai Gerbang Tol Pejompongan7. Off ramp Tol Slipi/Palmerah/Tanah Abang sampai akses masuk Jalan Tentara Pelajar8. Off ramp Tol Benhil/Senayan/Kebayoran sampai akses masuk Jalan Gerbang Pemuda9. Off ramp Tol Kuningan/Mampang/Menteng sampai simpang Kuningan10. Jalan Taman Patra sampai Gerbang Tol Kuningan 211. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai simpang Pancoran12. Simpang Pancoran sampai Gerbang Tol Tebet13. Jalan Tebet Barat Dalam Raya sampai Gerbang Tol Tebet 214. Off ramp Tol Tebet/Manggarai/Pasar Minggu sampai Jalan Pancoran Timur II15. Off ramp Tol Cawang/Halim/Kampung Melayu sampai simpang Jalan Otto Iskandardinata-Jalan Dewi Sartika16. Simpang Jalan Dewi Sartika-Jalan Otto Iskandardinata sampai Gerbang Tol Cawang17. Off ramp Tol Halim/Kalimalang sampai Jalan Inspeksi Saluran Kalimalang18. Jalan Cipinang Cempedak IV sampai Gerbang Tol Kebon Nanas19. Jalan Bekasi Timur Raya sampai Gerbang Tol Pedati20. Off ramp Tol Pisangan/Jatinegara sampai Jalan Bekasi Barat21. Off ramp Tol Jatinegara/Klender/Buaran sampai Jalan Bekasi Timur Raya22. Jalan Bekasi Barat sampai Gerbang Tol Jatinegara23. Simpang Jalan Rawamangun Muka Raya-Jalan Utan Kayu Raya sampai Gerbang Tol Rawamangun24. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan Utan Kayu Raya-Jalan Rawamangun Muka Raya25. Off ramp Tol Rawamangun/Salemba/Pulogadung sampai simpang Jalan H Ten Raya-Jalan Rawasari Selatan26. Simpang Jalan Rawasari Selatan-Jalan H Ten Raya sampai Gerbang Tol Pulomas27. Off ramp Tol Cempaka Putih/Senen/Pulogadung sampai simpang Jalan Letjend Suprapto-Jalan Perintis Kemerdekaan28. Simpang Jalan Pulomas sampai Gerbang Tol Cempaka Putih

| 2026-02-04 09:36