Kata-kata Pelatih Timnas Futsal U16 Indonesia Usai Juara Piala AFF U16 2025

2026-01-15 05:31:59
Kata-kata Pelatih Timnas Futsal U16 Indonesia Usai Juara Piala AFF U16 2025
- Pelatih Timnas Futsal U16 Indonesia, Reka Cahya Punthoadi, menyebut disiplin sebagai faktor utama keberhasilan timnya meraih gelar Piala AFF Futsal U16 2025.Menurut Reka Cahya, sikap disiplin perlu diterapkan oleh para pemain, baik saat latihan, pertandingan, maupun di luar lapangan selama Piala AFF Futsal U16 berlangsung.Ia menekankan usia muda pemain membuat pembentukan kebiasaan menjadi hal penting. Hal itu berbuah manis. Indonesia juara Piala AFF Futsal U16 Indonesia usai tundukkan Thailand 4-3, Senin sore WIB.Kedisiplinan tidak hanya berkaitan dengan taktik bermain, tetapi juga sikap sehari-hari, termasuk saat berada di hotel dan menjalani agenda tim.Reka menyampaikan pandangannya tersebut setelah Indonesia juara Piala AFF Futsal U16 2025 usai mengalahkan Thailand di Nonthaburi Hall, Thailand.“Saya merasa baik, tapi saya menghormati Thailand. Kami bermain dengan sangat baik, tapi di pertandingan kadang-kadang kami kalah, kadang-kadang menang," ujar Reka, dilansir dari ANTARA."Tapi saya mengatakan kepada tim saya, selalu disiplin, disiplin, disiplin. Kemudian tim saya mendapatkan disiplin, dan alhamdulillah kami menang,” kata Reka.Baca juga: Hasil Final Piala AFF Futsal U16 2025: Indonesia Juara Usai Libas Thailand!Timnas Futsal U16 Indonesia melangkah ke final dengan catatan tanpa kekalahan pada fase grup.Garuda Muda membuka turnamen dengan kemenangan 4-2 atas Myanmar dan melanjutkannya dengan hasil 5-0 saat menghadapi Brunei Darussalam.Selain dua kemenangan tersebut, Indonesia juga mencatat dua hasil imbang. Tim asuhan Reka bermain 2-2 melawan Vietnam dan berbagi skor 3-3 dengan Thailand.FFI Timnas futsal U16 Indonesia berpose jelang laga Piala AFF Futsal U16 2025 kontra Myanmar yang berlangsung di Nonthaburi Hall, Nonthaburi, Thailand, pada hari Selasa .Baca juga: Timnas Futsal Indonesia Rilis 25 Pemain Sementara untuk Piala Asia Futsal 2026Rangkaian hasil ini membawa Indonesia finis di peringkat kedua klasemen dengan delapan poin, terpaut dua angka dari Thailand.Posisi tersebut memastikan Indonesia tampil di laga puncak Piala AFF Futsal U16 2025 dan kembali berjumpa Thailand.Pertemuan di final berlangsung ketat hingga menit akhir dan berakhir dengan kemenangan tipis untuk Indonesia.Selain disiplin, Reka juga menyoroti kebersamaan sebagai kekuatan lain Timnas Futsal U16 Indonesia. Ia menilai hubungan antarpemain, staf, dan seluruh elemen tim terjaga dengan baik sepanjang turnamen.“Poin kuatnya adalah, kami selalu bersama di tempat bekerja, di situasi apa pun, kami selalu bersama. Dan kami berbicara dengan pemain, dengan staf, dengan semua orang di Indonesia,” ucapnya.


(prf/ega)

Berita Terpopuler

#3

Balai Gakkumhut Wilayah Jabalnusra telah melakukan penelusuran lapangan pada Minggu, 25 Oktober 2025. Titik yang diduga tambang ilegal berada di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah, sekitar 11 km (±30 menit) dari Sirkuit Mandalika. Verifikasi awal menunjukkan tambang rakyat di APL ±4 hektare yang berbatasan dengan Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Prabu.Ekspansi sawit memperlihatkan bentuk lain dari keyakinan berlebihan manusia. Sawit dijanjikan sebagai motor ekonomi baru tetapi kita jarang bertanya mengapa keberhasilan ekonomi harus selalu diukur dengan skala penguasaan lahan.Dengan mengganti keanekaragaman hutan menjadi monokultur sawit manusia sedang menghapus ingatan ekologis bumi. Kita menciptakan ruang yang tampak hijau tetapi sebenarnya mati secara biologis. Daun daun sawit yang tampak subur menutupi kenyataan bahwa di bawahnya berkurang kehidupan tanah yang dulu kaya mikroorganisme.Kita menggantikan keindahan struktur alam dengan pola bisnis yang mengabaikan kerumitan ekologis. Sebuah bentuk kesombongan manusia yang percaya bahwa alam akan selalu menyesuaikan diri tanpa batas.Tambang adalah babak lain dari cerita yang sama tetapi dengan luka yang lebih dalam. Kawasan tambang yang menganga seperti tubuh bumi yang dipaksa menyerahkan organ vitalnya bukan karena kebutuhan manusia tetapi karena ketamakan ekonomi. Kita menukar keindahan hutan tropis dengan bongkahan mineral yang akan habis dalam beberapa tahun.Kita merusak sungai yang mensuplai kehidupan masyarakat setempat demi bahan baku industri global. Namun politik pembangunan sering memandang aktivitas tambang sebagai harga yang wajar untuk kemajuan nasional. Dalam kenyataan sesungguhnya tambang meninggalkan ruang kosong yang tidak bisa sepenuhnya pulih bahkan setelah beberapa generasi.Baca juga: Mengapa Perkebunan Sawit Merusak Lingkungan?Inilah ironi dari proyek kemajuan yang terlalu yakin pada dirinya sendiri. Ia lupa bahwa bumi memiliki daya dukung yang terbatas dan bahwa setiap luka ekologis akan kembali menghantam manusia. Jika kita melihat seluruh fenomena ini dengan lensa filsafat sains maka krisis lingkungan Indonesia bukan semata masalah teknis tetapi masalah epistemologis.Kita salah memahami posisi kita dalam alam. Kita bertindak seolah lebih tahu daripada alam sendiri. Kita percaya bahwa teknologi mampu mengatasi semua masalah padahal teknologi hanya memberikan solusi pada sebagian kecil dari apa yang kita rusak.

| 2026-01-15 05:16